Resmikan MRT Jakarta Fase I, Jokowi: Ini Budaya Baru Transportasi RI

Penulis: Rizka Gusti Anggraini

Editor: Ekarina

24/3/2019, 12.33 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) fase pertama.

Presiden Joko Widodo (tengah kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah kanan) serta pejabat terkait menekan tombol saat meresmikan MRT
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Presiden Joko Widodo (tengah kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah kanan) serta pejabat terkait menekan tombol saat meresmikan MRT Jakarta, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) fase pertama. Didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sejumlah menteri, presiden meresmikan operasional MRT dengan menandatangani prasasti di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Jokowi mengatakan peresmian fase pertama ini merupakan sebuah peradaban baru bagi seluruh rakyat Indonesia  dan warga DKI Jakarta khususnya.“Ini adalah sebuah budaya baru karena merupakan yang pertama di negara kita Indonesia,” kata Jokowi, Jakarta, Minggu (24/3).

Jokowi mengimbau dua hal penting kepada masyarakat yang akan menggunakan layanan transportasi publik ini. Pertama, tidak membuang sampah di dalam MRT maupun di sekitar stasiun. Kedua, bagi para pengguna MRT agar membiasakan budaya antre dan disiplin waktu.

(Baca: Bicara Data Dirut MRT: Target Mengurangi Pengguna Kendaraan Pribadi)

Meski telah diresmikan pada hari ini, MRT Jakarta fase 1 baru resmi beroperasi komersil pada 1 April mendatang. Sedangkan untuk seminggu ke depan atau terhitung pada  25-31 Maret 2019, penggunaan kereta MRT masih digratiskan. Pembelian tiket MRT dapat dilakukan di vending machine dan sales office di setiap stasiun MRT Jakarta.

“Bagi yang belum mencoba, silahkan besok langsung dicoba. Mumpung masih gratis. Karena nanti sebulan lagi, bayar,” kata Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan MRT fase 1 ini sebagai sebuah terobosan infrastruktur untuk mengatasi masalah transportasi di DKI Jakarta.

(Baca: MRT Jakarta Akan Siapkan Dua Pusat Lokasi Parkir)

Menurutnya, terobosan ini menempatkan Jakarta sebagai kota megapolitan moderen dan harus menjadi kota global yang maju dan sejajar dengan berbagai kota utama dunia. Apalagi, pembangunan MRT ini, mulai dari ide, pencanangan, hingga pembangunan, telah melalui jalan panjang.

Untuk itu, Anies turut menyampaikan terima kasih kepada para Gubernur Jakarta terdahulu yang ikut mengawal dan mendorong proses pembangunan MRT di masing-masing periodenya. Di antaranya Gubernur Sutiyoso, Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo, Gubernur Basuki Tjahja Purnama, serta Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Dia berharap  seluruh warga DKI Jakarta agar pembangunan MRT ini tidak hanya memberikan  kenyamanan dan kemudahan. Tapi juga mampu membentuk perilaku dan karakter sebagai warga dunia yang maju dan beradab. “Mari kita manfaatkan MRT ini sebaik-baiknya, dengan turut menjaganya sebagai aset bersama,” kata Anies Baswedan. 

Sementara mengenai tarif MRT Jakarta fase pertama, hingga hari ini belum diputuskan. Rencananya, subsidi dan tarif MRT fase pertama ini akan diumumkan besok, Senin (25/3).

Dalam peresmian ini, tampak hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan Wiranto, hingga Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

(Baca: Menjajal MRT, Jokowi Sebut Simbol Peradaban Baru Jakarta)

Pemerintah telah merampungkan pembangunan MRT Jakarta fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus yang terdiri dari 13 stasiun.  Pembangunan rute MRT akan dilanjutkan dengan ke fase II untuk rute Bundaran HI-Kota hingga fase III rute Cikarang-Balaraja.

Adapun untuk tahap awal beroperasi, jumlah penumpang MRT diperkirakan mencapai 65.000 orang per hari, dan diprediksi terus meningkat menjadi 130.000 per hari pada tahun depan.

Reporter: Rizka Gusti Anggraini

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan