Roy Morgan: Elektabilitas Prabowo Terus Naik, Tapi Sulit Salip Jokowi

Ameidyo Daud Nasution
4 April 2019, 13:34
Prabowo sulit salip Jokowi
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan saat mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Meski elektabilitas Prabowo naik, namun sulit menyalip Jokowi.

Lembaga survei asal Australia Roy Morgan menyebut elektabilitas calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto cenderung mengalami kenaikan. Elektabilitas Prabowo 43,5% pada Maret lalu atau naik 3% dari survei pada Desember 2018.

Sementara itu elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) meski unggul dari Prabowo, namun mengalami penyusutan. Elektabilitas Jokowi pada Maret 56,5% atau turun 3% pada Desember 2018. Setiap bulan rata-rata naik dan turun perubahan elektabilitas kedua calon presiden 0,5%.

Survei dilakukan kepada 1.102 responden dengan metode wawancara tatap muka sepanjang pertengahan Februari 2019 hingga Maret 2019 di 17 provinsi. Sedangkan responden yang tak menjawab pertanyaan hanya 6%.

(Baca: Banyak Didukung Kelas Bawah, Tim Jokowi: Isu Kubu Prabowo Tak Efektif)

Chief Executive Officer (CEO) Roy Morgan Michele Levin beranggapan meski elektabilitas Prabowo cenderung naik, namun sulit untuk menyalip petahana dalam waktu dua minggu.

"Walaupun dukungan untuk Prabowo bertambah dalam dua bulan, waktu semakin habis untuk mempersempit jarak," kata Michele dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (4/4). 

Survei Elektabilitas Roy Morgan

Calon PresidenPilpres 2014Des 2018Jan 2019Feb 2019Maret 2019
 %%%%%
Jokowi5359,5585756,5
Prabowo4740,5424343,5
Total100100100100100

Dari segmen gender, pemilih perempuan masih melabuhkan dukungan untuk Jokowi dengan porsi 60% responden. Sedangkan pemilih pria yang mendukung Jokowi mengalami penurunan 2% dalam sebulan yakni 53,5% pada Maret lalu. Sebaliknya pemilih pria menempel Prabowo sebanyak 46,5% atau naik 3% bulan lalu.

Dari segi usia, Jokowi unggul jauh pada anak-anak muda yang berusia 25-34 tahun dengan persentase 62% melawan 38%. Keunggulan Jokowi juga terlihat pada usia 35-49 dan 50 tahun ke atas. Namun persaingan terlihat pada pemilih 17-24 tahun di mana kedua calon presiden mendapat angka yang sama 50%.

"Sebanyak 17-24 tahun Jokowi mengalami penurunan 2%, Prabowo kenaikan 2%," demikian dalam rilis Roy Morgan.

(Baca: Survei Maret: Selisih Menipis, Elektabilitas Jokowi 55%, Prabowo 37%)

Sedangkan Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, hingga Sumatera bagian Utara menjadi wilayah dengan basis Jokowi. Adapun Prabowo memiliki dukungan yang kuat di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera bagian Selatan, serta Sulawesi dan Kalmantan. Di DKI Jakarta, elektabilitas Prabowo menempel Jokowi di angka 48,5% melawan 51,5%.

"Dukungan terkuat kepada Jokowi berada di pedesaan dengan 63%, sedangkan Prabowo di masyarakat kota dengan dukungan 48,5%," kata Levine.

(Baca: Hasil Survei Maret: Selisih Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Menyempit)

Sedangkan dalam pemilihan legislatif, PDI Perjuangan masih diprediksi melenggang jadi juara dengan 39% dukungan disusul oleh Gerindra dengan 21%. Partai lain pendukung Jokowi yang diprediksi lolos ke parlemen adalah Golkar dengan 7,5% dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 4,5%.

Adapun Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi dua partai lain pendukung Prabowo yang diperkirakan lolos yakni sama-sama mendapat 6% suara.

"Dukungan untuk koalisi PDIP turun 1% jadi 56%, sedangkan untuk koalisi Gerindra naik 0,5% jadi 36,5%." kata Levine.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...