Cadangan Devisa Cetak Rekor Tertinggi, Rupiah Malah Melemah

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agung Jatmiko

8/4/2019, 18.58 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,24% terhadap dollar AS di pasar spot di tengah perbaikan data cadangan devisa.

Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah perbaikan data cadangan devisa
Arief Kamaludin|Katadata
Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah perbaikan data cadangan devisa

Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah perbaikan data cadangan devisa. Hingga berita ini ditulis, rupiah di pasar spot berada pada posisi Rp 14.167 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,24% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Padahal, posisi cadangan devisa pada akhir Maret lalu sebesar US$ 124,5 miliar atau naik US$ 1,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, serta posisi tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta menilai pelemahan rupiah lantaran adanya perbaikan data ekonomi AS, salah satunya data pekerjaan di sektor nonpertanian AS (non-farm payroll) meningkat. Selain itu, data pengangguran AS juga tetap stabil. "Jadi kinerja dolar AS untuk hari ini mengalami penguatan," kata dia kepada katadata.co.id, Senin (8/4).

Namun, ia menilai ruang penguatan rupiah masih terbuka lebar. Menurutnya, penguatan rupiah akan terjadi bila data domestik mengalami perbaikan sehingga aliran masuk dana asing meningkat. Dari sisi eksternal, penguatan rupiah bisa terjadi apabila ada rilis kebijakan ekonomi makro, seperti pengumuman bunga acuan Uni Eropa yang diperkirakan tetap.

(Baca: Cadangan Devisa Maret 2019 US$ 124,5 miliar, Tertinggi dalam 11 Bulan)

Sementara, pelemahan dolar AS juga berpotensi terjadi bila bank sentral Negeri Paman Sam tersebut kembali konservatif (dovish). Nafan pun memperkirakan, harga minyak akan kembali menguat sehingga mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistria memperkirakan ada kecenderungan pelaku pasar melakukan profit taking sehingga rupiah kembali melemah. "Investor lebih memilih menahan diri," ujarnya.

Namun, ia menilai pelemahan rupiah hanya bersifat sementara. Sebab, kondisi global saat ini mendorong aliran dana asing mengalir ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Bhima memperkirakan aliran masuk dana asing akan meningkat usai pemilu dilaksanakan.

Adapun, aliran masuk dana asing pun masih mengalir pada saham sepanjang hari ini. Mengacu pada data RTI, investor tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp 842 miliar pada keseluruhan pasar. Sementara pada pasar reguler, pembelian bersih tercatat Rp 718,02 miliar.

(Baca: Tekanan Global Mereda, Rupiah Diprediksi Menguat Hingga Akhir Tahun)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan