Raup Laba Rp 1,4 T di 2018, Surya Citra Media Tebar Dividen Rp 742 M

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

16/5/2019, 15.01 WIB

Pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 51 per lembar saham yang mereka miliki. Dividen akan dibayarkan 14 Juni 2019.

Suasana Bursa Efek Indonesia.
ANTARA FOTO/Agung M Rajasa
Suasana Bursa Efek Indonesia.

PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) bakal membagikan dividen sebesar Rp 742,38 miliar atau setara dengan 50% dari laba bersih perusahaan tahun buku 2018. Tahun lalu, SCMA mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun, naik 11,5% dibandingkan capaian laba tahun sebelumnya sebesar Rp 1,33 triliun.

Dengan jumlah dividen tersebut, pemegang saham SMCA bakal mendapatkan dividen sebesar Rp 51 per saham, termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada 28 Desember 2018. Keputusan besaran dividen yang dibagikan oleh perusahaan, diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (16/5).

Direktur SCMA Rusmiyati Djajaseputra mengatakan, pembagian dividen final tersebut sudah mempertimbangkan risiko yang bisa menyebabkan kekayaan bersih perusahaan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan dan ditambah cadangan wajib. "Dalam pelaksanaan pembagian dividen, direksi juga sudah mempertimbangkan kewajibannya kepada kreditur serta kebutuhan dana operasional dan investasi perseroan," katanya usai RUPST.

(Baca: Induk SCTV akan Akuisisi 3 Media Digital, Investor Diminta Tahan Saham)

Ada pun, dividen ini akan dibayarkan pada 14 Juni 2019. SCMA sendiri mayoritas sahamnya dipegang oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) sebesar 60,89%. Sementara, sisanya yang sebesar 39,11% saham SCMA dipegang oleh publik.

Tahun lalu, SCMA membukukan laba bersih Rp 1,48 triliun yang disokong dari pendapatan mereka sebesar Rp 5 triliun, naik 12% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,4 triliun. Meski tercatat beban program dan siaran mereka yang naik 16,7% dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 2,1 triliun, namun laba usaha perusahaan tetap naik 9% dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 1,9 triliun.

Tahun ini, SCMA menargetkan pendapatan dapat tumbuh sebesar 8%, sedangkan laba bersih ditargetkan mampu tumbuh 10%. Target pertumbuhan tersebut sudah terealisasi di triwulan pertama 2019. Direktur Utama SCMA Sutanto Hartono mengatakan bahwa mereka ingin mempertahankan capaian pertumbuhan di triwulan I tersebut hingga akhir tahun ini.

"Kalau melihat industri yang masih konvensional di pertelevisian, kami mengharapakn pertumbuhan yang konsisiten dari pada apa yang kami capai di triwulan pertama 2019. Jadi, middle high single digit," kata Sutanto.

Pada triwulan pertama 2019, perusahaan meraup pendapatan senilai Rp 1,25 triliun, tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,15 triliun. Sementara, Laba bersih mereka pada periode tersebut senilai Rp 399,9 miliar, tumbuh 11% dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp 359,1 miliar.

(Baca: 2018, Emtek Rugi Rp 2,6 Triliun)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan