PTPP Cetak Laba Kuartal I Rp 238 Miliar, Naik Nyaris 17%

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Martha Ruth Thertina

17/5/2019, 21.52 WIB

Perusahaan berhasil mendapat kontrak baru senilai Rp 10,7 triliun sepanjang Januari-April 2019. Yang terbesar, kontrak pembangunan kilang dan jalan tol.

Laba PTPP kuartal I Rp 238 miliar
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol

PT Pembangunan Perumahan (PTPP) membukukan keuntungan Rp 238 miliar sepanjang kuartal I 2019. Capaian ini meningkat 16,67% dari periode sama tahun lalu. Perolehan laba disokong lonjakan pendapatan. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto mengatakan pendapatan perusahaan selama kuartal I mencapai Rp 4,9 triliun, tumbuh 34,9% dibandingkan periode sama tahun lalu. "Target kuartal I pendapatan dan laba kami tercapai," kata dia di Jakarta, Jumat (17/5).

Agus mengatakan perusahaan berhasil mendapat kontrak baru senilai Rp 10,7 triliun sepanjang Januari-April 2019. Dengan demikian, perolehan kontrak baru telah mencapai 21% dari target yang sebesar Rp 50,3 triliun tahun ini. "Manajemen optimistis akan tercapai," ujarnya.

(Baca: PTPP Bidik Rp 500 Miliar dari Divestasi Aset Tahun ini)

Beberapa proyek besar baru yang berhasil diraih antara lain Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Balikpapan Tahap II. Nilai proyeknya mencapai Rp 3,38 triliun. Kemudian, jalan Tol Indrapura-Kisaran, dengan nilai proyek Rp 3 triliun.

Selain itu, ada juga pembangunan Pesantren Mualimin di Yogyakarta senilai Rp 470 miliar, pekerjaan landasan pacu Bandara Soekarno Hatta seksi I dan II senilai Rp 455 miliar, dan rel Makassar - Parepare senilai Rp 450 miliar.

Terdapat juga proyek pembangunan sarana prasarana di beberapa rest area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) senilai Rp 334 miliar, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gresik sebesar Rp 300 miliar, hingga Rumah Sakit Umum Daerah Soreang dengan nilai proyek Rp 269 miliar.

(Baca: Diversifikasi Bisnis Topang WIKA, Bahana Naikkan Rekomendasi Beli)

Perolehan kontrak perseroan terbesar berasal dari proyek BUMN dengan porsi 67,5%, swasta dengan porsi 23,4%, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 8,9%. "Modal murni pendanaan jangka pendek yaitu dari bank," kata Agus.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPP M. Aprindy menambahkan, sebelumnya perusahaan melalui anak usahanya yaitu PT PP Properti juga bekerja sama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry untuk membangun hotel yang berada di kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Targetnya, tahap awal pembangunan hotel berbintang empat tersebut selesai tahun ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan