Jokowi Menang Pilpres, Ini Daftar Perolehan Suara di Semua Provinsi

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Muchamad Nafi

21/5/2019, 08.25 WIB

Jokowi – Ma’ruf unggul di 21 provinsi dengan kemenangan terbesar di Bali. Sementara Prabowo – Sandiaga unggul di 13 provinsi, paling besar di Sumbar.

Daftar Lengkap Perolehan Suara Pilpres 2019 di 34 Provinsi
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ketua KPU Arief Budiman dan para komisioner berbincang dengan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di sela Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Lebih cepat dari rencana sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 secara nasional pada Selasa dini hari (20/5.2019). Hasilnya, pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin memenangkan pemilihan presiden dari rivalnya, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Hasil penghitungan KPU –semula direncanakan selesai pada 22 Mei 2019- menunjukkan calon presiden dengan nomor urut 01 itu meraih 85.607.362 suara, atau 55,50 % dari total suara yang sah. Sementara Prabowo - Sandiaga hanya mendapat 68.650.239 suara atau 44,50 %.

Jokowi – Ma’ruf unggul di 21 provinsi. Persentase kemenangan Jokowi-Ma'ruf paling besar berasal dari Bali, yakni 91,68 %. Di Pulau Dewata, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 2.351.057 suara. Adapun Prabowo – Sandiaga hanya meraih 213.415 suara atau 8,32 %.

Sementara itu, Prabowo – Sandiaga unggul di 13 provinsi. Mereka unggul telak di Sumatera Barat dengan perolehan suara enam kali lipat dibandingkan yang didapat Jokowi-Ma'ruf.

(Baca: Gerindra, PKS dan PAN Tolak Hasil Rekapitulasi Nasional Pemilu 2019)

Prabowo-Sandiaga tercatat memperoleh 2.488.733 suara atau 85,92 % dari total 2.896.494 suara di Ranah Minang. Sementara Jokowi-Ma'ruf hanya mendapatkan 407.761 suara atau 14,08 % di provinsi tersebut.

Berikut rincian data rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk 34 provinsi dan wilayah pemilihan luar negeri:

Bali
Jokowi-Ma'ruf : 2.351.057 (91.68%)
Prabowo-Sandiaga : 213.415 (8.32%)

Sumatera Selatan
Jokowi-Ma'ruf : 1.942.987 (40.30%)
Prabowo-Sandiaga : 2.877.781 (59.70%)

Bangka Belitung
Jokowi-Ma'ruf : 495.729 (63.23%)
Prabowo-Sandiaga : 288.235 (36.77%)

Sulawesi Tenggara
Jokowi-Ma'ruf : 555.664 (39.75%)
Prabowo-Sandiaga : 842.117 (60.25%)

Kalimantan Utara
Jokowi-Ma'ruf : 248.239 (70.04%)
Prabowo-Sandiaga : 106.162 (29.96%)

Jawa Tengah
Jokowi-Ma'ruf : 16.825.511 (77.29%)
Prabowo-Sandiaga : 4.944.447 (22.71%)

Kalimantan Tengah
Jokowi-Ma'ruf : 830.948 (60.74%)
Prabowo-Sandiaga : 537.138 (39.26%)

Gorontalo
Jokowi-Ma'ruf : 369.803 (51.73%)
Prabowo-Sandiaga : 345.129 (48.27%)

Sumatera Barat
Jokowi-Ma'ruf : 407.761 (14.08%)
Prabowo-Sandiaga : 2.488.733 (85.92%)

Kepulauan Riau
Jokowi-Ma'ruf : 550.692 (54.19%)
Prabowo-Sandiaga : 465.511 (45.81%)

Bengkulu
Jokowi-Ma'ruf : 583.488 (49.89%)
Prabowo-Sandiaga : 585.999 (50.11%)

Banten
Jokowi-Ma'ruf : 2.537.524 (38.46%)
Prabowo-Sandiaga : 4.059.514 (61.54%)

Kalimantan Selatan
Jokowi-Ma'ruf : 823.939 (35.92%)
Prabowo-Sandiaga : 1.470.163 (64.08%)

Nusa Tenggara Barat
Jokowi-Ma'ruf : 951.242 (32.11%)
Prabowo-Sandiaga : 2.011.319 (67.89%)

Kalimantan Barat
Jokowi-Ma'ruf : 1.709.896 (57.50%)
Prabowo-Sandiaga : 1.263.757 (42.50%)

Aceh
Jokowi-Ma'ruf : 404.188 (14.41%)
Prabowo-Sandiaga : 2.400.746 (85.59%)

Sulawesi Barat
Jokowi-Ma'ruf : 475.312 (64.32%)
Prabowo-Sandiaga : 263.620 (35.68%)

Jawa Barat
Jokowi-Ma'ruf : 10.750.568 (40.07%)
Prabowo-Sandiaga : 16.077.446 (59.93%)

Yogyakarta
Jokowi-Ma'ruf : 1.655.174 (69.03%)
Prabowo-Sandiaga : 742.481 (30.97%)

DKI Jakarta
Jokowi-Ma'ruf : 3.279.547 (51.68%)
Prabowo-Sandiaga : 3.066.137 (48.32%)

Kalimantan Timur
Jokowi-Ma'ruf : 1.094.845 (55.71%)
Prabowo-Sandiaga : 870.443 (44.29%)

Papua Barat
Jokowi-Ma'ruf : 508.997 (79.81%)
Prabowo-Sandiaga : 128.732 (20.19%)

Lampung
Jokowi-Ma'ruf : 2.853.585 (59.34%)
Prabowo-Sandiaga : 1.955.689 (40.66%)

Sulawesi Selatan
Jokowi-Ma'ruf : 2.117.591 (42.98%)
Prabowo-Sandiaga : 2,809,393 (57.02%)

Jambi
Jokowi-Ma'ruf : 859.833 (41.68%)
Prabowo-Sandiaga : 1.203.025 (58.32%)

Riau
Jokowi-Ma'ruf : 1.248.713 (38.73%)
Prabowo-Sandiaga : 1.975.287 (61.27%)

Maluku Utara
Jokowi-Ma'ruf : 310.548 (47.39%)
Prabowo-Sandiaga : 344.823 (52.61%)

Sumatera Utara
Jokowi-Ma'ruf : 3.936.515 (52.32%)
Prabowo-Sandiaga : 3.587.786 (47.68%)

Sulawesi Utara
Jokowi-Ma'ruf : 1.220.524 (77.24%)
Prabowo-Sandiaga : 359.685 (22.76%)

Maluku
Jokowi-Ma'ruf : 599.457 (60,40%)
Prabowo-Sandiaga : 392.940 (39,60%)

Sulawesi Tengah
Jokowi-Ma'ruf : 914.588 (56.41%)
Prabowo-Sandiaga : 706.654 (43.59%)

Papua
Jokowi-Ma'ruf : 3.021.713 (90.66%)
Prabowo-Sandiaga : 311.352 (9.34%)

Jawa Timur
Jokowi-Ma'ruf : 16.231.668 (65.79%)
Prabowo-Sandiaga : 8.441.247 (34.21%)

Nusa Tenggara Timur
Jokowi-Ma'ruf : 2.368.982 (88.57%)
Prabowo-Sandiaga : 305.587 (11.43%)

Wilayah Pemilihan Luar Negeri (130 DPLN)
Jokowi-Ma'ruf : 570.534 (73.31%)
Prabowo-Sandiaga : 207.746 (26.69%)

 

 

Atas hasil rekapitulasi ini, saksi dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menolak penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 secara nasional. Saksi dari Gerindra, PKS, PAN, dan Berkarya -para pendukung Prabowo - Sandiaga dalam Pilpres 2019-  juga melakukan hal yang sama.

Saksi dari BPN Prabowo-Sandiaga, Azis Subekti, mengatakan pihaknya menolak menandatangani hasil rekapitulasi karena menganggap Pilpres 2019 dipenuhi ketidakadilan dan kecurangan. Ia menganggap sikapnya sebagai perlawanan atas ketidakadilan dan kecurangan dalam Pemilu 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan