Pasca Rusuh, Stasiun Tanah Abang dan Palmerah Kembali Layani Penumpang

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Agung Jatmiko

23/5/2019, 09.46 WIB

Meski situasi sudah kondusif, KCI akan terus memantau stasiun-stasiun yang dekat dengan pusat aktivitas kelompok massa.

KCI, KRL, kerusuhan 22 Mei 2019
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Ilustrasi, pintu masuk ke Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang hari ini mulai beroperasi normal pasca kerusuhan 22 Mei 2019. Kereta Rel Listrik (KRL) kembali melayani naik turun penumpang untuk relasi Rangkasbitung/Maja/Parungpanjang/Serpong/Tanah Abang dan arah sebaliknya.

Rute KRL loop line relasi Bogor/Depok/Nambo - Duri/Jatinegara dan arah sebaliknya juga kembali normal. Selain itu, Stasiun Tanah Abang sudah melayani naik turun penumpang.

Meski begitu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terus memantau perkembangan situasi terkini terkait kerusuhan yang terjadi kemarin.

"Kami masih mengikuti perkembangan situasi di sekitar stasiun-stasiun yang dekat dengan pusat aktivitas kelompok massa," ujar Vice President Corporate Communication KCI Anne Purba dalam keterangan resmi KCI, Kamis (23/5).

Untuk itu pengguna juga diimbau mengikuti perkembangan informasi terkini mengenai operasional dan layanan KRL dari petugas di Stasiun, petugas di dalam KRL. Juga bisa menghubungi contact center KAI 121, maupun media sosial resmi PT KCI.

(Baca: Tanah Abang Masih Rusuh, Penumpang KRL Tak Boleh Keluar Stasiun)

Sebelumnya, layanan KRL dari arah Stasiun Rangkas Bitung / Maja / Parung Panjang / Serpong untuk sementara tidak melayani naik turun pengguna di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang. Sementara KRL loop line relasi Bogor/Depok/Nambo – Duri/Jatinegara hanya beroperasi sampai Stasiun Manggarai.

KCI menyarankan  pengguna dari arah Rangkas Bitung/Maja/Parung Panjang/Serpong untuk mencari alternatif lain untuk turun, selain Palmerah maupun Tanah Abang.

Sementara para pengguna KRL loop lineyang bertujuan Stasiun Sudirman, Karet, Tanah Abang, Angke, Kampung Bandan hingga Jatinegara diimbau untuk dapat menggunakan moda transportasi alternatif lain.

Keputusan ini diambil lantaran saat itu wilayah Petamburan terpantau belum kondusif akibat kericuhan. Alhasil, para penumpang KRL dicegah keluar stasiun Tanah Abang oleh petugas KCI sehingga terjadi penumpukan di dalam stasiun.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan