Kuasa Hukum Bantah Jenderal Soenarko Terlibat Kerusuhan Aksi 22 Mei

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

31/5/2019, 22.40 WIB

Perwakilan Advokat Senopati-08 mengatakan Soenarko tidak pernah melanggar hukum selama berkarier 33 tahun di militer.

Kuasa Hukum Bantah Jenderal Soenarko Terlibat Kerusahan 22Mei
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Sejumlah masa yang tergabung dalam Gerakan Kedaulatan Rakyat melakukan aksi di depan Kantor Bawaslu RI,  Jakarta Pusat (22/5). Aksi ini merupakan penolakan terhadap hasil rekap pemilu 2019.

Advokat Senopati-08 selaku tim kuasa hukum Mayor Jenderal (Purn) Soenarko membantah kliennya terlibat dalam kerusuhan aksi massa 22 Mei 2019. Selain itu, Soenarko disebut tidak ada hubungannya dengan senjata M16-A1 maupun M4 Carbine seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Perwakilan Advokat Senopati-08 Firman Nurwahyu mengatakan, dengan pengalaman militer selama  33 tahun, Soenarko tidak pernah melanggar hukum maupun menjalani hukuman, "Tidak pernah berkhianat kepada bangsa dan negara Indonesia," kata Firman dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/5).

Dia membantah isu kabar yang sempat beredar tentang kepemilikan senjata dan dugaan makar yang dilakukan oleh kliennya. Firman mencoba meyakinkan bahwa Soenarko tidak pernah memasukan, membuat, menerima, mencoba memperoleh, maupun menyimpan senjata M16-A1 maupun M4 Carbine.

(Baca: Soenarko, Eks Danjen Kopassus yang Terseret Kepemilikan Senjata Ilegal)

Menurut Firman, tuduhan yang diarahkan kepada Soenarko, yang diberitakan secara luas di media massa, merupakan pernyataan tidak benar dan meyesatkan. "Serta menimbukan keresahan di masyarakat."

Pada 27 Mei lalu, Kepolisian telah mengamankan tiga kelompok yang diduga menunggangi aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Ketiga kelompok itu diketahui memiliki peran berbeda-beda.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal mengatakan, kelompok pertama adalah mereka yang berusaha menyelundupkan senjata api (senpi) ilegal dari Aceh. Senpi tersebut antara lain berjenis M4 Carbine berikut dua buah magasin, peredam suara, tali sandang, dan tas senjata.

(Baca: Pemerintah Akan Ungkap Penyelundup Senjata yang Tunggangi Rusuh 22 Mei)

Ada pula senpi berjenis Revolver dan Glock beserta 50 butir peluru. Kelompok yang berusaha menyelundupkan senpi ilegal itu diketahui melibatkan mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko. "Salah satunya kelompok yang kemarin masukkan senjata ilegal dari Aceh," kata Iqbal di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (27/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN