IHSG Kembali Terkoreksi, Terpengaruh Sidang Pilpres?

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

14/6/2019, 13.54 WIB

IHSG turun di tengah pergerakan bervariasi indeks di bursa saham Asia.

IHSG hari ini, sidang Pilpres MK
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (14/6). Indeks sempat dibuka menguat sebelum jatuh ke zona merah. Penurunan indeks terjadi saat berlangsungnya sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. Lantas, apakah ini menjadi faktor penekan?

IHSG ditutup di level 6.250 pada perdagangan sesi pertama Jumat ini, turun 0,36% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya. Meski begitu, berdasarkan data RTI, investor asing membukukan pembelian bersih, meskipun tipis hanya Rp 35,39 miliar.

Sebanyak delapan dari 10 indeks sektoral mengalami penurunan. Penurunan terbesar pada sektor aneka industri yaitu 0,86%, diikuti konsumer dan manufaktur masing-masing 0,82%. Sedangkan dua indeks sektoral yang naik yaitu pertanian dan infrastruktur masing-masing 0,19% dan 0,36%.

(Baca: Katadata Market Index: IHSG pada Juni Bearish Imbas Perang Dagang)

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai sidang sengketa Pilpres 2019 tidak begitu berpengaruh pada laju IHSG karena baru yang pertama. Putusan sidang baru akan dibacakan pada 28 Juni mendatang. "Hasilnya yang paling ditunggu," kata dia kepada katadata.co.id, Jumat (14/6).

Menurut dia, putusan sidang bakal menjadi sentimen negatif bila mengabulkan gugatan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02. Ini dengan melihat sentimen positif pasar saat merespons keunggulan pasangan capres dan cawapres 01 dalam real count KPU.

Lantas, apa yang menyebabkan koreksi IHSG hari ini? Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menjelaskan ada faktor domestik dan global yang memperngaruhi pergerakan indeks. Di domestik, ada data penurunan cadangan devisa dari US$ 124,3 miliar per akhir April menjadi US$ 120,30 miliar per akhir Mei.

Sedangkan beberapa faktor global yang mempengaruhi indeks yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia, perang dagang AS-Tiongkok dan ketidakpastian negosiasi dagang antarkedua negara, serta faktor geopolitik, seperti potensi krisis di kawasan Timur Tengah.

Penurunan IHSG hari ini terjadi di tengah pergerakan bervariasi di bursa saham Asia. Nikkei 225 dan Topix di Jepang naik masing-masing 0,35% dan 0,32%. Di sisi lain, Hang Seng turun 0,65% dan CSI 300 turun 0,52%. Begitu juga mayoritas indeks negara berkembang Asia. Ini tercermin dari MSCI Asia Pacific yang turun 0,49%.

Penurunan IHSG saat ini melanjutkan penurunan yang sudah terjadi selama dua hari berturut-turut. Hingga saat ini, indeks telah terkoreksi total 0,87%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan