Katadata Market Index: IHSG pada Juni Bearish Imbas Perang Dagang

Penulis: Sorta Tobing

11/6/2019, 10.08 WIB

Berdasarkan model yang dikembangkan Katadata Insight Center (KIC), kondisi bearish yang sudah terjadi sejak awal tahun akan terus berlanjut.

prediksi ihsg 2019, katadata market senitment index, perang dagang as-tiongkok, pasar saham bearish
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). Katadata Market Sentiment Index (KMSI) memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Juni 2019 masih berada dalam kondisi bearish.

Katadata Market Sentiment Index (KMSI) memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Juni 2019 masih berada dalam kondisi bearish. Pasar saham domestik masih dibayangi sentimen negatif perekonomian global yang melambat di tengah memanasnya perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Berdasarkan model yang dikembangkan Katadata Insight Center (KIC), probabilitas pasar saham untuk bullish pada bulan ini mendekat nol. Hal ini mengindikasikan kondisi bearish yang sudah terjadi sejak awal tahun akan terus berlanjut. Namun, jika dibandingkan secara tahunan (year on year), IHSG menguat sebesar 3,77% dari level 5.983 pada Mei 2018.

Ketika menyambut penetapan pemenang pemilu presiden oleh KPU pada 21 Mei tengah malam, IHSG sempat dibuka menghijau dan menutup perdagangan dengan menguat 44 poin atau 0,75%. Sayangnya, efek ini belum dapat memengaruhi performa IHSG secara keseluruhan pada Mei 2019.

Pada bulan lalu, semua sektor mengalami koreksi. Dibandingkan sektor lainnya, pertambangan mengalami koreksi terdalam sebesar -7,30% secara bulanan. Hal ini dipicu harga minyak Brent yang anjlok. Walaupun pada dua minggu pertama sempat mencapai US$72,62/barel, namun seterusnya mengalami penurunan hingga ke posisi US$64,49/barel di akhir bulan Mei.

(Baca: Pasar Modal Libur, Laju IHSG Usai Libur Tergantung Sentimen Global)

Konsumsi semen juga mengalami penurunan di bulan April sebesar -5,75% menjadi 4,87 juta ton dibandingkan bulan Maret sebesar 5,17 juta ton. Penurunan ini disebabkan permintaan domestik untuk semen sedang menurun. Hal ini berdampak pula ke saham perusahaan-perusahaan di industri semen yang mengalami koreksi di bulan Mei.

Secara global, perekonomian akan semakin melambat karena aktivitas industri yang melesu, imbas perang dagang AS-Tiongkok. Perang dagang ini semakin memanas setelah AS memberlakukan tarif 25% untuk produk Tiongkok senilai US$200 miliar pada pertengahan bulan Mei.

Katadata Market Sentiment Index adalah metode kuantitatif untuk memprediksi dan mengidentifikasi kondisi pasar saham. Tim analis data Katadata dibantu oleh Panel Ahli Katadata Insight Center (KIC) yang terdiri atas Damhuri Nasution dan Wahyu Prasetyawan.

Hasil riset Katadata Market Sentiment Index akan diperbarui setiap bulan dan dapat diunduh di tautan ini.

(Baca: S&P Naikkan Peringkat Utang Indonesia, IHSG Melesat Naik 1,72%)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN