Bekraf Luncurkan Program Residensi IKKON 2019 di 5 Daerah

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

28/6/2019, 20.18 WIB

Program ini dibuka bagi para profesional, seperti desainer, koreografer, ahli kuliner, fotografer, videografer, antropolog, dan pengembang bisnis.

Siswa melukis kendi tanah liat pada Pasar Seni Kreatif Siswa di Perguruan Methodist 2 Palembang,Sumsel, Kamis (19/1). Pameran yang diikuti siswa taman kanak-kanak hingga SMU ini memajang hasil karya seni buatan siswa.
ANTARA FOTO/Feny Selly
Siswa melukis kendi tanah liat pada Pasar Seni Kreatif Siswa di Perguruan Methodist 2 Palembang,Sumsel, Kamis (19/1). Pameran yang diikuti siswa taman kanak-kanak hingga SMU ini memajang hasil karya seni buatan siswa.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali membuka program residensi Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) 2019 bagi para profesional untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif lokal.

"Anak-anak muda sebagai konseptor karya akan kolaborasi dengan seniman lokal, memberikan contoh kepada pengrajin dengan pertimbangan potensi dasar. Stimulus untuk improvisasi ekonomi daerah Indonesia," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta, Jumat (28/6).

Lima daerah yang dipilih adalah Aceh Utara, Aceh; Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB); Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT); serta Tomohon, Sulawesi Utara.

Dia menjelaskan, para peserta IKKON 2019 bakal bekerja sama dalam tim untuk ditempatkan pada salah satu daerah selama 1 tahun. Nantinya, para peserta dan masyarakat lokal dapat saling belajar, berbagi, berinteraksi, bereksplorasi, dan berkolaborasi sehingga setiap pihak yang terlibat dapat memperoleh manfaat secara etis yang berkelanjutan.

(Baca: Potensi Ekonomi Kreatif, Bekraf Bakal Bawa Modal Ventura ke Daerah)

IKKON 2019 membuka spesifikasi profesi khusus yaitu desainer interior, desainer komunikasi visual, desainer produk, desainer mode, desainer tekstil, dan arsitek. Sedangkan profesi lain adalah koreografer, etnomusikolog, ahli kuliner, fotografer, videografer, antropolog, dan pengembang bisnis.

Dia menjelaskan, masih banyak potensi yang bisa digali di tiap daerah, mulai produk fesyen hingga kuliner. "IKKON 2019 akan mempertahankan yang sudah ada dan menggabungkannya dengan ide baru, kolaborasi tradisi dan ilmu pengetahuan teknologi bisa menghasilkan produk kompetitif," ujar Triawan.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan IKKON 2018 tahun lalu juga dibuka dalam kurun waktu satu tahun. Saat itu, daerah yang dipilih meliputi: Siak, Riau; Belitung, Bangka Belitung; Singkawang, Kalimantan Barat; Dompu, NTB; serta Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

(Baca: Selain Startup Digital, Kafe jadi Target Investasi Venture Capital)

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menyatakan, kedatangan anak muda untuk menggali potensi industri kreatif bakal meningkatkan nilai tambah produk. Dia mencontohkan, Aceh juga memiliki batik yang tidak kalah daripada daerah lain. Menurutnya, Aceh bukan hanya tentang Tari Saman.

Walikota Tanjung Pinang Syahrul menyebutkan ada satu produk yang tak ada di daerah lain. Dia meminta peserta IKKON 2019 mempromosikan kuliner bernama Gonggong sebagai makanan laut yang khas dari Tanjung Pinang.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore mengakui teknologi bisa menghadirkan lebih banyak kehadiran pengunjung untuk pariwisata. "Kami punya pemandangan yang indah, coba saja berfoto   dan selfie lalu pamerkan di media sosial pasti akan ramai," kata Jefri.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan