Pengusaha Minta Jokowi Umumkan Susunan Kabinet Sebelum Pelantikan

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

3/7/2019, 18.43 WIB

Pengusaha tak mempermasalahkan pemilihan menteri dari generasi muda.

Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, 4 Januari 2017.
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, 4 Januari 2017.

Pengusaha meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengumumkan susunan kabinet terbaru sebelum dirinya kembali dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. Kepastian soal posisi menteri akan membuat pengusaha dapat mengantisipasi dengan rencana bisnisnya.

"Ini semua terserah Presiden. Tapi, kami merasa kalau perlu reshuffle ya silakan (diumumkan) sebelumnya, karena kami sudah siap lari bersama-sama," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani di Jakarta, Rabu (3/7).

Dia juga berharap agar Jokowi memilih menteri dari kalangan profesional. Begitu juga partai politik diminta mengajukan calon yang punya latar belakang profesional yang sesuai dengan bidang kementerian.

Shinta juga tak mempermasalahkan menteri dari generasi yang muda, asalkan punya sifat kepemimpinan yang kuat. Terlebih, pengambilan kebijakan di level kementerian bisa berdampak ke iklim usaha.

(Baca: Wacana Rekonsiliasi dan Nasib Koalisi Jokowi)

Dia pun yakin Jokowi memiliki pengetahuan serta ketegasan dalam menyikapi faktor perekonomian global. "Pertumbuhan ekonomi dunia dan perdagangan sekarang menjadi penting untuk mengambil peluang yang ada dan harus jalan cepat," ujar Shinta.

Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bob Azam juga berharap agar Presiden bisa segera mengumumkan nama menteri. Dia pun berharap tokoh yang terpilih sesuai harapan pasar.

Bob menekankan, pilihan Jokowi harus menimbulkan optimisme untuk dunia usaha serta masyarakat. "Bakal lebih baik kalau pemilihan menteri yang tidak kontroversial dan tidak anti-pasar," katanya.

Pengamat Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengungkapkan, Presiden harus memprioritaskan integritas para menterinya. Apalagi, dalam kabinet sekarang masih ada menteri yang bermasalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(Baca: Jokowi Mulai Terima Masukan Parpol untuk Menyusun Kabinet Baru)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan