Bappenas Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Pangkas Hutan Lindung

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Desy Setyowati

10/7/2019, 19.27 WIB

“Pada saat membangun ibu kota, kami harus melakukan reforestasi," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

pemindahan ibu kota, bappenas
Bappenas
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menegaskan, pemindahan ibu kota tidak akan merusak hutan.

Pemerintah optimistis pemindahan ibu kota dapat terlaksana pada 2024. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan, langkah ini tidak akan merusak hutan.

Bambang menyatakan, pemindahan pusat pemerintahan ini tidak akan mengurangi luas hutan lindung. “Pada saat membangun ibu kota, kami harus melakukan reforestasi. Konsepnya juga kota hijau sehingga hutan akan terjaga," katanya dalam siaran pers, Rabu (10/7).

Ia mengatakan, ibu kota yang dibangun bersifat terbuka atau bisa ditinggali masyarakat Indonesia lainnya. Karena itu, ia memastikan isu lingkungan menjadi perhatian pemerintah. “Kalau ada kemungkinan abuse oleh investor, kami sebagai regulator harus keras,” katanya.

(Baca: Pemindahan Ibu Kota Bukan Proyek Mengada-Ada)

Pemerintah pun memilih Kalimantan sebagai lokasi ibu kota yang baru. Alasannya, ketersediaan lahannya luas dan relatif bebas bencana. Selain itu, pulau tersebut dinilai bisa mewujudkan konsep Indonesia-sentris. “Indonesia tengah itu ada di Selata Makassar, namun Sulawesi masih rentan gempa dan tsunami,” katanya.

Bambang mengatakan, pemerintah ingin membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pemindahan ibu kota itu. Pertama, melakukan industralisasi di luar Jawa. Caranya, hilirisasi hasil tambang dan perkebunan baik Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kedua, pemerintah mengembangkan berbagai kawasan ekonomi, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ketiga, mengembangkan enam wilayah metropolitan di luar Jawa, yakni Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar.

(Baca: Moeldoko Usul Pembangunan Integrasi Pangkalan Militer di Ibu Kota Baru)

Dia optimistis, ketiga langkah ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ia berharap strategi ini bisa meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan.

Sebelumnya, ia mengatakan pemindahan ini tidak akan menyebabkan kontraksi ekonomi di wilayah lain. Dengan syarat, lokasi yang dipilih memiliki sumber daya yang memadai dan keterkaitan aktivitas ekonomi yang positif dengan daerah di sekitarnya.

Selain itu, pemindahan ibu kota akan menurunkan kesenjangan antarkelompok pendapatan. "Perekonomian lebih terdiversifikasi ke arah sektor yang lebih padat karya," kata dia. Ia memperkirakan, pemindahan ibu kota turut menyumbang kenaikan price of capital sebesar 0,23% serta kenaikan price of labor sebesar 1,37%.

(Baca: Ibu Kota Pindah keluar Jawa, Ini Efek Berantai bagi Kemajuan Ekonomi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan