Kemenkeu Targetkan Penjualan SBR ke-7 Sebesar Rp 2 Triliun

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

11/7/2019, 14.44 WIB

Pemerintah menawarkan SBR007 mulai hari ini, Kamis (11/7) hingga dua pekan kedepan, Kamis (25/7).

sbr007, surat utang negara
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Kementerian Keuangan menetapkan masa penawaran SBR007 selama 15 hari hingga 25 Juli 2019, dengan target Rp 2 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penawaran instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel jenis Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007 hingga Rp 2 triliun. Target ini masih sama seperti target sebelumnya yakni SBR006 yang diterbitkan pada 1 April 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan angka ini tidak berbeda jauh dari beberapa instrumen SUN sebelumnya yang dikeluarkan. "Ini SBR007 yang kedua yang sifatnya konvensional dan non kredibel. Selama dua tahun targetnya pun masih sama indikatifnya Rp 2 triliun," kata dia saat peluncuran SBR007 di Jakarta, Kamis (11/7).

Adapun sebelumnya, penjualan SBR006 tembus Rp 2,26 triliun dengan total 9.520 investor. Pemerintah menetapkan hasil penjualan SBR006 dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

(Baca: Pemerintah Jual Obligasi SBR ke-7 Secara Online, Bunga Minimal 7,5%)

Namun, realisasi SBR006 ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan SBN ritel sebelumnya. Untuk seri SBR005 penerimaan yang didapat mencapai Rp 4 triliun dari target indikatif sebesar Rp 2 triliun. Sedangkan, untuk ST003 penerimaan dana yang didapat mencapai Rp 3,1 triliun dari target Rp 2 triliun.

Dalam penawaran SBR007, pemerintah memberikan tingkat kupon sebesar 7,5% untuk periode tiga bulan pertama pada tanggal 31 Juli 2019 sampai dengan 10 Oktober 2019. Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya.

"Kupon tadi ada batas minimal, maksudnya jadi waktu ditetapkan kupon 7,5% acuannya adalah pada saat BI Rate 6%. Apabila suku bunga acuan BI naik maka akan menyesuaikan kenaikannya. Sementara kalau BI Rate turun tidak menyesuaikan artinya masih di angka 7,5%," katanya.

Adapun minimum pemesanan SBR007 ini mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar. Dimana pembukaan masa penawaran seri SBR007 dilakukan mulai hari ini, Kamis 11 Juli. Selanjutnya, penutupan masa penawaran dilakukan pada 25 Juli mendatang. Penetapan hasil penjualan akan dilakukan pada 29 Juli dan settlement pada 31 Juli.

(Baca: Pemerintah Tawarkan Banyak SBN Ritel untuk Investasi, Ini Rinciannya)

Penerbitan SBR Sasar Milenial

Luky menyampaikan tujuan menerbitkan SBR secara online karena pemerintah menyasar generasi milenial. Saat SBR006 ditawarkan beberapa waktu lalu, terdapat 50%-52% pembeli yang berasal dari generasi ini.

Hal ini berbeda jauh jika dibandingkan dengan penjualan SBR terdahulu yang hanya bisa dilakukan secara offline. Ia menyebut ketika itu hanya terdapat 13%-15% pembeli dari generasi milenial. "Memang ini masih bertahap tapi at least sudah kami liat perkembangannya pada generasi milenial dan sangat-sangat menjanjikan," ucap dia.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN