Pemerintah Tawarkan Banyak SBN Ritel untuk Investasi, Ini Rinciannya

Penulis: Martha Ruth Thertina

27/2/2019, 22.00 WIB

Pemerintah telah menerbitkan dua seri surat berharga negara (SBN) ritel tahun ini dan berencana menawarkan delapan seri lainnya.

Surat Berharga Negara SBR005
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Direktur Surat Utang Negara pada Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Loto S. Ginting memperlihatkan informasi tentang Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005 ketika peluncuran di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pemerintah berencana menerbitkan 10 seri surat berharga negara (SBN) ritel tahun ini untuk pembiayaan anggaran/proyek negara. Dua di antaranya telah terbit, sehingga tersisa delapan lagi. SBN ritel ini bisa menjadi alternatif produk investasi yang aman lantaran pembayaran pokok dan imbalannya dijamin negara. Adapun imbalan/kupon lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito bank.

Terdapat dua jenis SBN ritel yaitu konvensional dan syariah. Untuk jenis konvensional terdiri dari Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Sedangkan untuk jenis syariah terdiri dari Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST). Tahun ini, pemerintah akan menerbitkan  keempat produk SBN ritel tersebut. Berikut karakteristik keempatnya:

  1. ORI. Karakteristik ORI yaitu dapat diperdagangkan di pasar sekunder, imbalan atau kupon tetap. Bila diperdagangkan, maka ada potensi capital gain/loss (keuntungan/kerugian).
  2. SBR. Karakteristik SBR yaitu tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas Early Redemption. Early Redemption merupakan fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo. Kupon SBR mengambang dengan kupon minimal.
  3. SR. Karakteristik SR yaitu pengelolaan dana investasi dengan prinsip syariah. Selain itu, SR dapat diperdagangkan di pasar sekunder, imbalan atau kupon tetap. Bila diperdagangkan, maka ada potensi capital gain/loss.
  4. ST. Karakterstik ST yaitu pengelolaan dana investasi dengan prinsip syariah. Selain itu, ST tidak dapat diperdagangkan/dialihkan, tetapi memiliki fasilitas Early Redemption. Adapun imbalan mengambang dengan imbalan minimal.

Adapun pemesanan SBN ritel bisa dilakukan secara online atau offline melalui mitra distribusi. Ada banyak mitra distribusi yang digandeng pemerintah, dari mulai bank, perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech), hingga perusahaan efek. Daftar mitra distribusi bisa diketahui dalam pengumuman di website Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

(Baca: Sukuk Tabungan ST003 Terjual Rp 3,1 Triliun, Laku Diborong Milenial)

Nominal pemesanan SBN ritel relatif terjangkau. Sebagai contoh, untuk SBR005 dan ST003 yang ditawarkan pada Januari dan Februari 2019, minimal pemesanan sebesar Rp 1 juta. Sedangkan tenor atau lama jatuh tempo menengah. SBR005 dan ST003, misalnya, memiliki tenor dua tahun.

Jadwal penerbitan delapan SBN ritel tahun ini:

SBN Ritel

Masa Penawaran (Tentatif)

SR011

1 – 21 Maret 2019

SBR006

1 – 16 April 2019

ST004

2 – 16 Mei 2019

SBR007

11 – 25 Juli 2019

ST005

8 – 22 Agustus 2019

SBR008

5 – 19 September 2019

ORI016

10 – 24 Oktober 2019

ST006

6 – 20 November 2019

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN