Bidik Investasi Wisata, Putra Mahkota UEA Tiba di Jakarta Pekan Depan

Penulis: Michael Reily

Editor: Sorta Tobing

19/7/2019, 19.00 WIB

Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pekan depan akan datang ke Indonesia membawa lebih dari 10 menteri dan pengusaha.

Putra Mahkota Uni Emirat Arab datang ke Indonesia
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) mengatakan, Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan akan datang ke Indonesia pada pekan depan dan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) tertutup untuk persiapan kunjungan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Rencananya, kedatangan Sheikh Mohamed pekan depan membawa lebih dari 10 menteri dan pengusaha.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah melihat kerja sama ekonomi antara kedua negara yang potensial, terutama investasi. "Rencana kunjungan minggu depan dengan delegasi yang cukup banyak, menteri yang banyak," kata Retno usai Ratas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/7).

Dia menjelaskan Putra Mahkota dan delegasi UEA bakal mengunjungi Istana Bogor, Jawa Barat. Namun, dia tak mengungkapkan tanggal pasti kedatangan karena alasan diplomasi. Yang jelas, Indonesia serius menggarap investasi potensial UEA sebagai negara sahabat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan hubungan Jokowi dan Sheikh Mohamed sudah sangat dekat. Karena itu, pemerintah akan segera mengambil langkah persiapan daftar investasi yang bisa diambil oleh UEA. Contohnya, investasi di sektor pariwisata.

(Baca: Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Sektor Migas Indonesia)

Luhut menyebutkan potensi investasi di Indonesia sebesar US$ 91 miliar untuk 21 proyek besar. Pemerintah terbuka dengan negara mana saja untuk bekerja sama, tak hanya UEA saja. Bahkan, pemerintah juga telah membuka tawaran investasi kepada Jepang.

Dia pun menentang opini Indonesia hanya memberikan proyek investasi kepada Tiongkok. "Memang kerja sama itu dalam konteks one belt one road, tetapi kalau ada negara lain mau datang juga ya silakan," ujar Luhut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata punya potensi pendapatan negara sebesar US$ 4,5 miliar untuk empat destinasi wisata super-prioritas. Keempat destinasi itu, yaitu Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN