Cari Harga Wajar, Kementerian ESDM Beberkan Proses Valuasi Saham Vale

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Martha Ruth Thertina

29/7/2019, 21.29 WIB

Kementerian ESDM menyatakan perlu diskusi dengan Vale untuk menyamakan banyak asumsi dalam valuasi saham.

divestasi saham vale indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah tengah melakukan valuasi atas 20% saham Vale Indonesia yang akan dibeli perusahaan tambang pelat merah. Valuasi saham memakan waktu lantaran perlu adanya verifikasi data. Selain itu, diperlukan diskusi untuk menyamakan banyak asumsi untuk valuasi saham.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, asumsi yang masih harus disepakati seperti penghitungan cadangan. “Misal berdasarkan Feasibility Study cadangan sampai tahun 2032, padahal izinnya sampai tahun 2045," Kata dia di Gedung Kementerian ESDM, Senin (29/7).

(Baca: Nilai Valuasi Tak Capai US$ 1,5 M, Inalum Sanggup Akuisisi Saham Vale)

Selain itu, ia menyebut soal tingkat Weighted Average Cost of Capital (WACC). Ia menjelaskan, WACC menunjukkan tingkat risiko yang dimiliki perusahaan. WACC masuk dalam komponen pengurang atau diskon dalam valuasi saham.

“Semakin WACC tinggi kurang baik karena nanti semakin menjadi pengurang nilai divestasi," ujarnya. Poin ini salah satu yang ditanyakan Kementerian ESDM saat berdiskusi dengan Vale.

Ia menyatakan, apa pun yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk akuisisi saham Vale harus menguntungkan negara dan harganya wajar. Adapun Vale sudah mengajukan penawaran harga ke pemerintah. Namun, ia tidak membeberkan harga tersebut.

Ia menargetkan valuasi saham Vale dapat rampung pada Agustus tahun ini. Sedangkan untuk proses akuisisi bisa selesai paling lambat Oktober tahun ini.

(Baca: Inalum Minta Insentif Fiskal untuk Memacu Investasi Hilir Minerba)

Vale mulai melakukan eksplorasi di Sorowako Sulawesi Selatan sejak tanda tangan Kontrak Karya pada 1968. Perusahaan mulai melakukan produksi pada 1977. Sedangkan produksi secara komersial mulai dilakukan pada 1978.

Sesuai amandemen kontrak karya 2014, Vale wajib mendivestasi 40% sahamnya sebelum Oktober 2019. Pada 1990, Vale sudah melepas saham 20% melalui bursa. Sehingga, masih tersisa 20% saham yang harus didivestasikan dengan tenggat waktu penawaran saham hingga Oktober 2019.

Saat ini, mayoritas saham Vale dikuasai asing. Vale Canada Limited menjadi pemegang saham pengendali perusahaan dengan komposisi 58,73%. Sedang Sumitomo Metal Mining menguasai 20,09%, dan 20,49% sisanya dimiliki publik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN