Bekraf Incar Ekspor Produk Kreatif Lewat Pameran Dagang AS

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

1/8/2019, 18.42 WIB

Ada delapan merek yang akan diikutsertakan dalam pameran di New York, dan delapan lainnya di Las Vegas.

Pekerja mengatur waktu jam tangan yang terbuat dari kayu di Cipadung, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/2).
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja mengatur waktu jam tangan yang terbuat dari kayu di Cipadung, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/2).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bakal membawa beberapa merek produk dan jasa kreatif Indonesia untuk ikut tiga pameran dagang terbesar di Amerika Serikat (AS). Program Indonesia Creative Incorporated (ICINC) jadi akselerasi perluasan produk untuk peningkatan ekspor ekonomi kreatif.

Ketiga pameran itu adalah pameran kriya New York (NY) Now 2019 pada 10-14 Agustus 2019 serta pameran fesyen internasional Agenda Show dan Liberty Fairs pada 12-14 Agustus di Las Vegas, AS. "Kami komitmen untuk promosi produk kreatif Indonesia di seluruh dunia," kata Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak dalam keterangan resmi, Kamis (1/8).

NY Now dihadiri lebih dari 25 ribu pembeli dengan sekitar 2.300 merek dagang dari berbagai negara. Sejak ikut NY Now 2017, Bekraf mencatat penjualan luar negeri untuk produk nasional sebesar Rp 11,49 miliar. Joshua menyebutkan ada 8 peserta yang ikut NY Now yaitu Djalin, Kayou, Du'Anyam, Studio Dapur, Rengganis, dan Kana Good.

(Baca: Sutradara Dua Garis Biru Jadi Mentor Penulisan Skenario Anak)

Selain itu, Bekraf juga membawa 8 merek dagang nasional ikut pameran di Las Vegas. Pot Meets Pop, Elhaus, Monstore, dan Blueville di Liberty Fairs ikut Liberty Fairs. Kemudian Annas Tribe, KoolaStuffa, Niion, dan Reinkarnasi pada Agenda Show. "Agenda Show pameran produk streetwear, Liberty Fairs untuk produk kontemporer," ujar Joshua.

Tahun lalu, Bekraf mengakomodasi beberpaa peserta untuk dapat kontrak pembelian kerja sama dengan Urban Otfitters Inc., sebuah perusahaan retail multinasional yang bergerak di bidang gaya hidup.

(Baca: Pendataan Masih Jadi Kendala Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Daerah)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN