Tahun Lalu Rugi, XL Axiata Cetak Laba Rp 282 Miliar Semester I 2019

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Pingit Aria

1/8/2019, 14.28 WIB

Pendapatan XL naik karena penjualan data yang melonjak 30,7% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 9,13 triliun.

XL, laba XL
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba bersih Rp 282,3 miliar pada semester I 2019. Profitabilitas perusahaan ditopang oleh kenaikan pendapatan, khususnya pendapatan data yang tumbuh 30,7% yoy.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2019 senilai Rp 282,3 miliar. Catatan tersebut membaik setelah pada periode yang sama tahun lalu (YoY), perusahaan yang telekomunikasi ini rugi Rp 81,7 miliar.

Dalam laporan keuangan perusahaan semester I 2019 (audited) yang dirilis pada Kamis (1/8), raihan laba tersebut salah satunya ditopang oleh naiknya total pendapatan perusahaan sebesar 10,9% menjadi Rp 12,2 triliun dari Rp 11,0 triliun secara YoY.

“Kenaikan pendapatan XL ini disebabkan oleh tumbuhnya pendapatan dari penjualan data yang melonjak 30,7% menjadi Rp 9,13 triliun dari Rp 6,98 triliun secara YoY,” demikian dikutip dari laporan keuangan perusahaan, Kamis (1/8).

Kenaikan pada penjualan tersebut turut mendongkrak kenaikan total pendapatan XL, meski terjadi penurunan di pos lain. Pendapatan dari non-data misalnya, turun 26,7% menjadi Rp 1,98 triliun dari Rp 2,70 triliun. Kemudian, jasa interkoneksi (termasuk SMS interkoneksi domestik) turun 10,6% menjadi Rp 570 miliar dari Rp 630 miliar.

(Baca: Investor Singapura Akuisisi 70% Kepemilikan Pusat Data XL Axiata)

Lalu, pendapatan dari jasa telekomunikasi lainnya pada semester I 2019 turun 26% menjadi Rp 329 miliar dari Rp 445 miliar secara YoY. Pendapatan dari sewa menara juga turun 5,8% menjadi Rp 152 miliar dari Rp 161 miliar. Lalu, pendapatan dari sirkit langganan juga turun 21,3% menjadi Rp 98 miliar dari Rp 125 miliar.

Meski total pendapatan perusahaan naik, namun total beban XL pada semester I 2019 tercatat juga naik 3,0% menjadi Rp 10,7 triliun dari Rp 10,4 triliun secara YoY. Salah satu penopang kenaikan total beban perusahaan berasal dari naiknya beban infrastruktur yang naik 14,8% menjadi Rp 4,66 triliun dari Rp 4,06 triliun. Meski, beban penyusutan tercatat turun 3,1% menjadi Rp 3,5 triliun dari Rp 3,6 triliun secara YoY.

Pada semester I 2019 juga tercatat jumlah aset XL naik 1,3% menjadi Rp 58,3 triliun dibandingkan Rp 57,6 triliun secara YoY. Tercatat jumlah aset lancar perusahaan turun 7,0% menjadi Rp 6,5 triliun dibandingkan Rp 7,0 triliun secara YoY. Namun, jumlah aset tidak lancar tercatat naik 2,49% menjadi Rp 51,8 triliun dari Rp 50,5 triliun secara YoY.

(Baca: Langkah Kominfo agar Adopsi 5G di Indonesia Lebih Efisien)

Selain itu, pada periode enam bulan pertama tahun ini, total liabilitas dan ekuitas perusahaan tercatat naik 1,33% menjadi Rp 58,3 triliun dari Rp 57,6 triliun secara YoY. Tercatat, liabilitas jangka pendek naik 1,58% menjadi Rp 15,9 triliun dari 15,7 triliun. Sementara, liabilitas jangka panjang naik 0,84% menjadi Rp 23,7 triliun menjadi Rp 23,5 triliun. Sementara, jumlah ekuitas naik 1,73% menjadi Rp 18,6 triliun dari Rp 18,3 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan