Perpres Mobil Listrik Ditandatangani, Toyota Siap Kembangkan Industri

Penulis: Rizky Alika

Editor: Yuliawati

8/8/2019, 18.01 WIB

Toyota berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah terkait pengembangan mobil listrik yang sesuai dengan kondisi negeri.

mobil listrik, Perpres
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
PT Toyota Astra Motor (TAM)  merilis C-HR Hybrid di The Maj,  Senayan Jakarta Pusat (22/9). 

Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Franciscus Soerjopranoto mengatakan, penandatangan Perpres tersebut dapat mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia.

"Perpres akan menjadi landasan untuk pengembangan kendaraan electronic vehicle di tanah air tercinta ini," kata dia dalam ketarangan yang dikutip Kamis (8/8).

Franciscus menyatakan semua Agen Pemegang Merek (APM) akan mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Selain itu, Toyota berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah terkait pengembangan mobil listrik yang sesuai dengan kondisi negeri.

(Baca: Jokowi Akhirnya Tanda Tangani Perpres Mobil Listrik)

Ada pun, saat ini Indonesia mengenal beberapa jenis kendaraan listrik, seperti hybrid, plug-in hybrid, battery, dan fuel cell. "Pemahaman masyarakat mengenai jenis kendaraan listrik perlu diperkuat agar siap mengoperasikan mobil secara aman," ujarnya.

Kendaraan hybrid menggunakan bahan bakar mesin dan baterai. Sementara, plug-in hybrid merupakan mobil hybrid yang menggunakan setruman listrik dari luar. Sementara, fuel cell merupakan kendaran yang bahan bakarnya menggunakan hidrogen.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah menandatangani Perpres tentang mobil listrik. Perpres tersebut menurutnya sudah diteken sejak Senin (5/8). Jokowi berharap aturan itu dapat mendorong industri otomotif, khususnya investasi kendaraan listrik di Indonesia.

"Sudah saya tanda tangan Senin pagi," katanya.

(Baca: Usia Mobil Dibatasi 10 Tahun, Toyota Usul Mobil Hybrid Difasilitasi)

Dia juga berharap, dengan adanya aturan ini bisa memberikan iklim investasi yang baik guna mendorong pertumbuhan industri baterai listrik sebagai komponen utama kendaraan elektrifikasi. Sebab, 60% keberhasilan mobil listrik, kuncinya ada di komponen baterai.

Jokowi mengungkapkan rancangan industri mobil listrik harus bisa kompetitif dengan membangun investasi baterai listrik terlebih dulu di dalam negeri. "Sehingga strategi bisnis negara ini bisa kita rancang, agar bisa membangun mobil listrik yang murah," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN