Usia Mobil Dibatasi 10 Tahun, Toyota Usul Mobil Hybrid Difasilitasi

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

2/8/2019, 14.56 WIB

Pemerintah diminta memberikan fasilitas khusus, guna merangsang minat masyarakat menggunakan kendaraan ramah lingkungan seperti hybrid dan mobil listrik.

Kendaraan 10 tahun dibatasi, Hybrid, Polusi, Mobil Listrik
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
PT Toyota Astra Motor (TAM)  merilis C-HR Hybrid di The Maj,  Senayan Jakarta Pusat (22/9). Toyota pun menargetkan bisa memasarkanmobil listrik sebanyak 5,5 juta unit hingga 2030 mendatang. 

Pemerintah DKI Jakarta membatasi peredaran transportasi umum dan kendaraan tua milik pribadi berusia di atas 10 tahun pada 2025. Agen Pemegang Merek (APM) Toyota menilai pembatasan kendaraan bisa berdampak positif terhadap pengendalian polusi Ibu Kota.

Namun demikian, pemerintah juga diminta memberikan sejumlah fasilitas khusus, guna merangsang minat masyarakat menggunakan kendaraan ramah lingkungan, seperti hybrid atau elektrik.

"Kalau bisa dibantu supaya Jakarta yang tercemar bisa berkurang polusinya dengan memasyarakatkan hybrid lebih besar lagi," kata Executive General Manager Toyota Astra Motor Franciscus Soerjopranoto kepada katadata.co.id, Jumat (2/8).

(Baca: Kendaraan di Atas 10 Tahun Dilarang Beroperasi di Jakarta Mulai 2020)

Misalnya, dengan memberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sehingga harga kendaraan bisa lebih murah dan terjangkau masyarakat. 

Dukungan lain, misalnya melalui kerja sama antar kementerian/lembaga guna membebaskan kendaraan hybrid dari aturan ganjil-genap. Kemudian, pengguna hybrid dapat mengunakan jalur tol dengan potongan biaya dan penyediaan kawasan parkir khusus pengguna hybrid.

Dengan adanya fasilitas khusus tersebut diharapkan memudahkan masyarakat membeli kendaraan hybrid, guna mengganti kendaraan tua yang akan dibatasi peredarannya di Jakarta.

Adapun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa tidak ada angkutan umum yang berusia di atas sepuluh tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan.

(Baca: Kendaraan Usia 10 Tahun Dilarang Operasi, Pembelian Mobil Akan Naik)

Kualitas udara Jakarta saat ini memang memprihatinkan. Pagi kemarin, sekitar pukul 06.00 WIB, tercatat angkanya di 155. Angka ini menunjukkan kualitas udara masuk pada kategori tidak sehat dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 63,5 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Dengan adanya aturan tersebut, harapannya, ketentuan uji emisi bagi kendaraan pribadi akan diperketat mulai 2019 dan tidak ada lagi kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang beroperasi di DKI Jakarta pada 2025.

Mobil Listrik

Pemerintah saat ini tengah fokus mengembangkan kendaraan ramah lingkungan.  Pengembangan tersebut juga akan diperkuat dengan diterbitkannya Perpres mobil listrik.  

Soerjo sebelumnya mengatakan, dalam dunia otomotif  terdapat emapt kategori mobil listrik., yakni hybrid electronic vehicle (EV), plug-in hybrid EV, battery EV dan fuel cell EV

"Mempertimbangkan dilema antara ketersediaan kendaraan EV dan infrastrukturnya, maka saya melihat hybrid EV dan plug-in hybrid EV sebagai solusi jangka pendek," kata dia kepada katadata.co.id, pekan lalu. 

(Baca: Jokowi Tunggu Para Menteri Selesaikan Debat soal Mobil Listrik)

Kendaraan ini menurutnya bisa digunakan mengisi masa peralihan ke mobil listrik. Karena, kendaraan ini bisa menurunkan gas buang  karbon monoksida (CO) ataupun menggunakan BBM tanpa memperdebatkan ketersediaan infrastruktur. 

Sedangkan jangka panjang, ATPM bersama pemerintah akan mengkaji solusi berikutnya untuk penurunan gas buang CO dan penggunaan BBM melalui kendaraan listrik tenaga baterai atau yang lebih ramah lingkungan lagi seperti kendaraan listrik fuel cell.

 

 

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan