Storynomic Tourism, Strategi Pemerintah Dorong Pariwisata Nasional

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Happy Fajrian

11/8/2019, 13.37 WIB

Storynomics tourism menggunakan pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan budaya hidup.

Kawasan Pantai Mandalika. Salah satu tujuan wisata dalam negeri yang akan didorong melalui strategi Storynomics Tourism.
Februanto Anggara|KATADATA
Kawasan Pantai Mandalika. Salah satu tujuan wisata dalam negeri yang akan didorong melalui strategi Storynomics Tourism.

Pemerintah memiliki strategi baru dalam mendorong pariwisata di Indonesia, yakni lewat Storynomics Tourism. Strategi ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di lima kawasan destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut nantinya dapat merasa lebih terkesan sehingga dapat menyampaikan kesan baik itu kepada banyak orang atau yang disebut sebagai Storynomics Tourism.

“Formula ini merupakan sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, dan living culture (budaya hidup) serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi,” ujar Luhut melalui siaran pers, Sabtu (10/8).

(Baca: Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Pada Juni 2019 Naik 15,48%)

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penetapan strategi Storynomics Tourism berlandaskan pada kekayaan budaya Indonesia. Sehingga nantinya promosi kawasan wisata akan dilakukan dengan narasi story telling serta dikemas dalam konten menarik yang terkait dengan budaya setempat.

Awareness (kesadaran) berkaitan dengan marketing (pemasaran), sedangkan experience (pengalaman) berkaitan dengan faktor aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A) yang melekat ke setiap destinasi-destinasi wisata. Kedua hal tersebut harus menjadi satu kesatuan yang padu,” papar Arief.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid telah ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata ini. Irfan mengatakan, dalam program ini nantinya juga akan membuka peluang Kemitraan Pemerintah Swasta (Public Private Partnership/PPP) dalam membangun pusat-pusat hiburan seperti taman hiburan yang akan menyerap banyak wisatawan.

(Baca: Incar Pasar Pariwisata, Grab Tawarkan Delapan Layanan)

Dengan peluang PPP, menurutnya, narasi dan pengembangan pariwisata bakal bisa diakselerasi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia memberi contoh di kawasan Danau Toba.

"Setelah mencoba melakukan pemetaan masalah dan potensi destinasi wisata, kami menemukan fakta bahwa Toba sangat kaya akan destinasi-destinasi keren. Mulai dari kekayaan budaya, sejarah, sampai alamnya sungguh membuat tempat ini cocok untuk menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas," ujar Irfan.

Adapun, program ini juga akan melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga (K/L) terkait, pemda sekitar kawasan destinasi super prioritas, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

(Baca: BBPLK Medan Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN