Populer di Twitter, Kenali Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia

Penulis: Abdul Azis Said

Editor: Hari Widowati

14/8/2019, 15.09 WIB

Organisasi kepanduan di Indonesia tumbuh subur sejak masa penjajahan Belanda. Pada 1961 sejumlah organisasi kepanduan dilebur dalam Gerakan Pramuka.

Hari Pramuka, sejarah hari pramuka, Bapak Pramuka Dunia, Bapak Pramuka Indonesia, Sultan Hamengku Buwono IX, Henry Dunant
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019). Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia yang terdiri atas 67 orang peserta akan mengikuti Jambore Pramuka Dunia XXIV di Virginia Barat, Amerika Serikat.

Ucapan Selamat Hari Pramuka menjadi cuitan paling populer di Twitter pada Rabu (14/8). Hingga pukul 14.00 WIB ada 9.854 cuitan menggunakan tagar Selamat Hari Pramuka tersebut. 

Bulan Agustus selain identik dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia juga menjadi bulan kelahiran gerakan Pramuka di Indonesia. Biasanya di sejumlah sekolah dasar ataupun menengah dilaksanakan kemah bakti untuk menyambut datangnya Hari Pramuka pada 14 Agustus. Kegiatan yang lekat dengan seragam berwarna coklat ini menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di hampir semua lembaga pendidikan, dari SD hingga SMA.

Pramuka sudah lama dikenal di Indonesia dan dunia. Gerakan Pramuka di dunia dikenal sebagai gerakan kepanduan. Di Indonesia, Gerakan Pramuka juga memiliki sejarah khusus. 

Sejarah Kelahiran Pramuka di Dunia

Cikal-bakal lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia tidak lepas dari peran gerakan kepanduan yang berkembang di dunia pada awal abad ke-20. Pencetusnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau lebih dikenal dengan nama Baden Powell. Ia mendapatkan gelar sebagai Bapak Pandu sedunia.

Pada 1907, Baden Powell mengumpulkan 22 remaja Inggris untuk mengikuti perkemahan di Pulau Brownsea yang berjarak 109 mil dari arah barat daya London. Pulau ini merupakan kawasan margasatwa yang memiliki kondisi geografis perbukitan dan hutan yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Pulau ini kembali menjadi lokasi perkemahan untuk gerakan pramuka sedunia yang diikuti 160 negara, pada peringatan 100 tahun kemah pertama Baden Powell pada 2007.

Pria kelahiran 22 Februari 1857 ini juga seorang tentara Inggris sekaligus penulis buku Aids to Scouting, buku panduan militer bagi tentara muda Inggris pada 1899. Rupanya buku itu disambut baik oleh banyak pembaca, bukan hanya dari kalangan militer tetapi juga kalangan pendidik dan para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan.

Seorang aktivis organisasi kepemudaan Inggris, William Alexander Smith, menyarankan agar Baden Powell menerbitkan seri baru buku tersebut untuk pembaca kelompok remaja. Powell pun menyusun buku kedua yang berjudul Scouting for Boys yang menjadi cikal-bakal lahirnya gerakan Pramuka di dunia. Buku panduan tersebut disosialisasikan kepada 22 remaja yang mengikuti perkemahan selama delapan hari. 

Gerakan kepanduan dunia berkembang pesat sejak buku Scouting for Boys diluncurkan pada 1908. Gerakan ini diadopsi beberapa negara dunia, seperti Finlandia, Denmark, Belanda, dan beberapa negara lainnya.

(Baca: Berseragam Pramuka, Jokowi Kirim Kontingen Indonesia ke Jambore Dunia)

Pada awalnya, gerakan kepanduan identik dengan kegiatan alam yang hanya melibatkan remaja laki-laki. Pada 1912, adik perempuan Powell, Agnes, menginisiasi organisasi kepanduan yang melibatkan perempuan. Gerakan ini terus berkembang hingga pada 1916 berdiri CUB yang merupakan organisasi kepramukaan untuk anak-anak. Dua tahun berselang, berdiri Rover Scout yang merupakan organisasi Pramuka untuk kelompok remaja usia 17 tahun.

Pada 2020 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama, diikuti oleh 8.000 anggota Pramuka dari 34 negara. Jambore ini berlangsung di Olympia Hall, London sejak 30 Juli hingga 8 Agustus 1920. Pada kesempatan itulah Baden Powell dinobatkan sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World), sekaligus menentukan sembilan orang yang menjadi pengurus Dewan Internasional Organisasi Pramuka yang saat itu berkantor di Inggris.

(Baca: 28 Ribu Pemuda Akan Baca Ikrar Sumpah Pemuda)

Peringatan Jambore Pramuka Dunia menjadi kesempatan bertemunya anggota kepramukaan yang datang dari ratusan negara di dunia. Ajang ini diperingati setiap empat tahun sekali. Tahun ini, Jambore Pramuka Dunia yang ke-24 yang akan berlangsung di West Virginia, Amerika Serikat (AS). Indonesia pun mengirimkan delegasinya ke acara tersebut.

Agenda kepramukaan dunia saat ini berada di bawah World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia. Sementara itu, gerakan kepramukaan untuk anak perempuan memiliki nama World Association of Girl Guides and Girl Scouts (WAGGGS) atau Asosiasi Kepanduan Putri Sedunia. WOSM ataupun WAGGGS merupakan organisasi internasional indepen non-pemerintahan yang saat ini berkantor pusat di Jenewa, Swiss dan memiliki 161 negara anggota, termasuk Indonesia.

Peringatan HUT Pramuka
Peringatan HUT Pramuka (ANTARA FOTO/Fachrurrozi)



Perkembangan Pramuka di Indonesia

Jauh sebelum Indonesia bergabung sebagai anggota kepramukaan dunia lewat organisasi Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) pada 1953, gerakan kepramukaan sudah diserap Indonesia di bawah penjajahan Belanda. Waktu itu terdapat Javaansche Padvinders Organisatie (JPO), cabang organisasi kepramukaan yang ada di Belanda pada 1916.

Sejak Sumpah Pemuda 1928 hingga 1935, organisasi kepramukaan tumbuh subur. Muncul beberapa organisasi, seperti Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK), dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Ada juga beberapa organisasi kepramukaan yang berbasiskan keagamaan.

Untuk membentuk serikat dari berbagai organisasi itu, pada April 1938 didirikan Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). Pada saat itu, BPPKI bertanggungjawab menyelenggarakan Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (Perkino) pada 1941 di Yogyakarta.

(Baca: Kemenkeu Gelar Festival Ekonomi Indonesia Khusus Anak Muda)

Organisasi kepramukaan di Indonesia terus berkembang hingga masa kemerdekaan. Pada Desember 1945, hasil Konferensi Pandu se-Indonesia di Surakarta menyatakan dibentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Organisasi tersebut menjadi satu-satunya organisasi yang mendapatkan izin untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan.

Empat tahun berselang, Pandu Rakyat kehilangan legalitasnya karena situasi politik dan keamanan yang belum stabil. Serangan Belanda masih terjadi di sana-sini. Selang sepuluh hari setelah pencabutan aturan tersebut, beberapa organisasi kepramukaan melaksanakan kongres dan terbentuklah Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO).

Sejak saat itu, IPINDO menjadi rumah bagi sejumlah organisasi kepanduan di Indonesia. Pada 1961, pemerintah merombak konsep organisasi kepanduan melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Keppres itu menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan. Setelah terbit aturan tersebut, pada 30 Juli diselenggarakan Ikrar Gerakan Pramuka untuk melebur sejumlah organisasi kepanduan dalam Gerakan Pramuka.

(Baca: Wajah Baru Kabinet Jokowi: Menteri Usia di Bawah 30 Tahun)

Pada 14 Agustus 1961, diadakan pelantikan pengurus Gerakan Pramuka sekaligus memperkenalkannya kepada publik lewat pawai di ibu kota yang melibatkan 10 ribu anggota Gerakan Pramuka. Peristiwa itulah yang hingga saat ini diperingati sebagai Hari Pramuka.

Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia tak lepas dari tangan dingin Wakil Presiden Indonesia ke-2, Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Ia menjadi salah satu dari panitia yang mencetuskan lahirnya Gerakan Pramuka, sekaligus ditetapkan sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama.

Ia juga menjadi penerima panji Gerakan Pramuka pada pelantikan pengurus 14 Agustus 1961. Atas jasa-jasanya, Sri Sultan Hamengkubuwana IX ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia pada Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1988 di Dili, Timor Timur.

Penulis: Abdul Azis Said (Magang)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN