Semburan Gas Blok ONWJ Lebih dari Sebulan, ESDM Belum Investigasi

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Yuliawati

15/8/2019, 16.16 WIB

Investigasi difokuskan untuk mengetahui akar masalah penyebab utama kejadian gelembung gas dan tumpahan minyak.

semburan gas, tumpahan minyak
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum memulai proses investigasi atas semburan gas dan tumpahan minyak di sumur YYA-1 Blok Offshore Nort West Java (ONWJ). ESDM menunggu selesainya  penanganan dari tumpahan minyak yang terjadi sejak pertengahan Juli atau berjalan sebulan lalu.

Kasubdit Keselamatan Hulu Migas Kementerian ESDM Mirza Mahendra mengatakan mengatasi tumpahan minyak yang kini sudah mencapai pantai menjadi prioritas. Penanganannya minyak di pantai dinilai lebih sulit dibandingkan yang masih berada di laut.  "Ini lebih penting saya rasa kami setop," kata Mirza saat ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Kamis (15/8).

Mirza mengatakan nantinya investigasi dilakukan untuk mengetahui akar masalah penyebab utama terjadinya gelembung gas dan tumpahan minyak. "Sesuai kewenangan di Direktorat Teknik kami mempunyai tugas fungsi mencari root cause, bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi kami mencari penyebab utama dasar kejadian tumpahan minyak," kata Mirza.

(Baca: Pertamina Percepat Penutupan Sumur YYA-1 Blok ONWJ)

Investigasi akan menitikberatkan pada data-data pengeboran dan aktivitas sebelum terjadinya tumpahan. "Saat ini juga sebenarnya kami sedang mengumpulkan (data) ya tapi belum secara resmi investigasi," ujar Mirza. Hasil investigasi nantinya diserahkan kepada Dirjen Migas dan Menteri ESDM.

Mengenai ganti rugi kepada masyarakat yang menjadi korban tumpahan minyak, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menyampaikan dana kompensasi telah disiapkan. "Untuk kerugian saya tidak bisa jawab. Filosofi yang benar adalah memastikan dananya ada," kata Dharmawan.

Lebih lanjut, Dharmawan menyebut dana kompensasi kepada korban akan diberikan anak usaha perseroan yakni Pertamina Hulu Energi (PHE).

Di sisi lain, Ketua Tim 1 Incident Management Team (IMT) Pertamina Rifky Effendi menuturkan, pihaknya sudah mulai melakukan pendataan masyarakat yang menjadi korban tumpahan minyak Lapangan YY sejak Senin (12/8). Sebanyak 279 personil diturunkan untuk pendataan di 66 desa di 7 kabupaten/kota yang terdampak.

“Pendataan final minggu ini, dan minggu depan mulai salurkan [kompensasi] ke masyarakat terdampak karena kami tidak ingin livelyhood terganggu,” kata Rifky.

(Baca: Menteri Susi: Tumpahan Minyak di Blok ONWJ Pelajaran untuk Pertamina)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan