Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti Dianggap Layak Jadi Menteri 2 Periode

Penulis: Antara

Editor: Yuliawati

15/8/2019, 16.58 WIB

Kinerja Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti dianggap cukup memuaskan.

Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, menteri kabinet Jokowi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kedua menteri perempuan ini dianggap layak maju di kabinet Jokowi-Amin.

Dua menteri perempuan di kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla yakni Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti dianggap layak kembali menjadi menteri di pemerintahan selanjutnya. Penilaian tersebut berasal dari riset di media sosial.

"Di mata netizen, dua nama ini merupakan sosok menteri yang berkarakter, bukan hanya mumpuni atau berkompeten dalam bidangnya, yang ditunjukkan dengan kemampuannya menjadi pemimpin, tetapi juga komunikator yang baik," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang saat memaparkan hasil risetnya bertajuk "Menteri dalam Framing Media Sosial 2019", di Jakarta, Kamis (15/8), seperti dikutip dari Antara.

(Baca: Jokowi Rampungkan Penyusunan Kabinet, Mayoritas dari Kaum Profesional)

Rustika mengatakan kebijakan-kebijakan yang diambil kedua menteri perempuan tersebut kerap mengundang kontroversi. Namun, kinerja keduanya mendapat pengakuan dan penghargaan hinggal dari lembaga internasional.

Sri Mulyani, kata Rustika, dinilai tegas dalam memberantas korupsi dan mereformasi birokrasi di Kemenkeu, juga dapat menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah disrupsi atau krisis ekonomi dunia (antara lain akibat perang ekonomi AS-Cina serta krisis ekonomi di Eropa).

Kinerja Sri Mulyani yang dinilai positif, antara lain penerimaan negara yang melampaui target, kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS), pengembalian saham PT Freeport Indonesia ke pemerintah, penyelamatan uang negara dari perusahaan milik Tommy Suharto, keberhasilan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) di Bali, dan prestasinya sebagai Finance Minister of the Year 2019 Global and the Asia Pacific.

(Baca: Pos Baru Kabinet Jokowi, Kementerian Ekspor Digabung Luar Negeri )

Sementara sentimen negatif muncul antara lain dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, bertambahnya utang negara, dan defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sementara Susi Pudjiastuti, kata dia, dinilai tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan laut Indonesia dari illegal fishing, sehingga Indonesia menjadi salah satu eksportir ikan besar dunia dan menyelamatkan potensi hasil laut bernilai triliunan rupiah.

Susi juga sangat populer di kalangan rakyat kecil terutama nelayan dan para warganet karena penampilan pribadinya yang apa adanya.

"Berbeda dengan Susi Pudjiastuti yang populer sejak menjadi menteri kabinet Jokowi-JK, nama Sri Mulyani sudah lebih dikenal sebagai ahli ekonomi kelas dunia dan berintegritas," kata Rustika.

(Baca: Sinyal Jokowi Tak Ingin Tambah Partai Koalisi di Kabinet Baru)

Indonesia Indicator (I2) melakukan riset berbagai percakapan mengenai menteri, kementerian, dan kebijakan kementerian sepanjang Juli 2018 hingga Juli 2019.

Data pembicaraan terkait Menteri di Facebook mencapai 55.848 post dari 15.548 akun organik. Sedangkan, pembicaraan terkait Kebijakan Menteri mencapai 62.662 post dari 19.977 akun organik.

"Berbagai perbincangan di Facebook dalam riset ini berasal dari akun organik, bukan robot. Dengan demikian, percakapan mengenai Menteri dan Kebijakan Menteri di Facebook relatif berlangsung secara alami," ujar Rustika.

Pembicaraan mengenai "Menteri Kabinet", tambah Rustika, mulai ramai dibicarakan sejak 9 Juli 2018 dan intensitasnya terus mengalami kenaikan hingga 15 Juli 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan