Gerak IHSG Diprediksi Bervariasi Jelang Rilis Bunga Acuan BI Hari Ini

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

22/8/2019, 08.13 WIB

Masih ada potensi koreksi wajar IHSG hari ini. Analis merekomendasikan beberapa saham di antaranya di sektor keuangan dan barang konsumsi.

IHSG hari ini, rekomendasi saham, rekomendasi saham hari ini
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pekerja melintas di layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat (08/08).

Para analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini, Kamis (22/8), bervariasi di tengah rilis suku bunga acuan Bank Indonesia. Pada perdagangan kemarin, indeks ditutup terkoreksi 0,68% ke level 6.252,97.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mensinyalir, suku bunga acuan belum berubah, sehingga IHSG hari ini terlihat masih berada dalam kondisi pergerakan konsolidasi wajar. Namun, data ekonomi yang telah terlansir menunjukkan fundamental perekonomian cukup kuat. Alhasil, investor masih membukukan pembelian bersih sepanjang 2019.

Atas dasar itu, ia pun memprediksi adanya peluang naik IHSG hari. “IHSG hari ini berpotensi naik dengan range pada level 6.123 - 6.372," kata dia dalam riset tertulisnya, Kamis (22/8).

(Baca: Katadata Market Index: Tertekan Perang Dagang, IHSG Agustus Bearish)

Beberapa rekomendasi saham dari William yaitu Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Telkom (TLKM), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), Jasa Marga (JSMR), Astra International (ASII), Unilever Indonesia (UNVR), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan Kalbe Farma (KLBF).

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan analisis secara teknikal, masih ada potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG hari ini. "Sehingga berpeluang menuju ke area level support," kata dia dalam riset tertulisnya.

Level support IHSG hari ini berada pada rentang 6.190,52 hingga 6.161,66. Sedangkan level resistance berada pada rentang 6.319,44 hingga 6.381,54.

Beberapa rekomendasi saham dari Nafan, di antaranya:

- Adhi Karya (ADHI), dengan akumulasi beli pada area level 1375 – 1400, dengan target harga secara bertahap di level 1455, 1550, 1775 dan 2000. Support: 1330.

- Bank Central Asia (BBCA), dengan akumulasi beli pada area level 29600 – 29900, dengan target harga secara bertahap di level 30300, 30725 dan 32400. Support: 29050.

- Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dengan akumulasi beli pada area level 4020 - 4060, dan target harga secara bertahap di level 4200 dan 4330. Support: 4020 & 3940.

- Blue Bird (BIRD), dengan akumulasi beli pada area level 2660 – 2700, dan target harga secara bertahap di level 2740, 2770 dan 2930. Support: 2590.

- Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), dengan akumulasi beli pada area 2920 – 2950, dan target harga secara bertahap di level 3030 dan 3120. Support: 2850.

- Medco Energi Internasional (MEDC), dengan akumulasi beli pada area level 765 – 775, dan target harga secara bertahap di level level 785, 820, 860 dan 895. Support: 745.

Sedangkan Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan cenderung terkonsolidasi. "Mencoba menguat jangka pendek dengan level support dan resistance di level 6.200-6.270," kata dia dalam risetnya.

Saham-saham yang cukup menarik menurut Lanjar di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP), Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ), Bank Pan Indonesia (PNBN), Summarecon Agung (SMRA), Media Nusantara Citra (MNCN), Astra International (ASII), dan Bank Mandiri (BMRI).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN