Bekraf Optimistis Lebih dari 14 Film Indonesia Capai 1 Juta Penonton

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Ratna Iskana

26/9/2019, 21.34 WIB

Bekraf mencatat hingga kini sudah ada 11 film Indonesia yang mencapai 1 juta penonton.

Bekraf, Film
Instagram/Gundalaofficial
Ilustrasi, karakter dalam film Gundala. Film Gundala berhasil meraih 1 juta penonton. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pun mencatat hingga kini sudah ada 11 film Indonesia yang capai 1 juta penonton.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) optimistis bakal ada lebih dari 14 film lokal yang mencapai 1 juta penonton di akhir tahun ini. Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan minat masyarakat Indonesia terhadap film lokal semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Bekraf mencatat jumlah penonton film lokal pada 2015 bisa mencapai 15 juta. Kemudian, pada 2018 meningkat menjadi 60 juta penonton. 

Selain itu, Pusat Pengembangan (Pusbang) Indonesia menyebut jumlah penonton film di bioskop terus meningkat. Jumlahnya mencapai 100,6 juta, 108,2 juta, dan 129,5 juta sepanjang 2016-2018. Bahkan, jumlah film yang mencapai penonton di atas 1 juta pun terus naik.

Fadjar mengatakan, tahun lalu ada 14 film yang capai jumlah penonton itu. Sedangkan, di tahun ini sudah ada 11 film yang mencapainya. "Masih ada empat bulan, kami yakin bakal capai lebih dari itu hingga akhir tahun ini. Dalam waktu dekat akan bertambah," ujar Fadjar saat ditemui di Jakarta, Kamis (26/9). 

(Baca: Rumah Produksi Gundala, Bumilangit Siapkan 8 Film Jagoan Lokal)

Ia menjelaskan, Bekraf telah berupaya untuk mendorong pertumbuhan film lokal melalui berbagai cara. Seperti mencabut Daftar Negatif Investasi (DNI) pada 2016 agar investasi film di Indonesia terbuka untuk asing dan lokal.

"Jadi, industri film bisa lebih bergairah, produksi film lokal makin banyak tiap tahunnya, jumlah penontonnya pun makin meningkat," ujarnya.

Selain itu, Bekraf mempunyai program pendanaan untuk industri perfilman lokal. Contohnya, lewat Bantuan Pemerintah (Banper) untuk inisiasi film-film bioskop alternatif dan melalui Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) untuk subsektor film.

Ia mengatakan, Bekraf menggelontorkan Banper sekitar Rp 90 miliar pada tahun lalu. Sedangkan, BIP menggelontorkan dana sebesar Rp 9,5 miliar pada tahun yang sama. Hanya, untuk tahun ini ia belum mengetahui berapa total akumulasi pendanaan tersebut.

"Tapi bantuan ini memang belum digunakan untuk memproduksi film, melainkan lebih kepada bisnis di bidang film," ujarnya. 

Bekraf juga mendorong beberapa film lokal yang telah lolos kurasi untuk melebar ke festival film internasional. "Kami bawa beberapa proyek film dalam konteks untuk mendapatkan pasar agar dapat co-produser," ujarnya. 

(Baca: Belum Tayang, Film The Santri Livi Zheng Terancam Boikot)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan