Kondisi di Wamena Mulai Pulih, Kominfo Buka Akses Internet

Penulis: Desy Setyowati

28/9/2019, 17.53 WIB

Kominfo memblokir akses internet di Wamena, Papua sejak Senin (23/9).

Kominfo membuka akses internet di Wamena, Papua. Pemblokiran akses layanan data sebelumnya dilakukan karena penyebaran hoaks masif
Kominfo
Kominfo membuka akses internet di Wamena, Papua. Pemblokiran akses layanan data sebelumnya dilakukan karena penyebaran hoaks masif.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka akses internet di Kabupaten Wamena, Papua pada pukul 09.00 WIT, hari ini (28/9). Hal itu mempertimbangkan situasi pasca-kerusuhan di Papua yang mulai pulih.

Kominfo memblokir akses layanan data di Wamena, Papua sejak Senin (23/9) lalu. Kebijakan itu ditempuh setelah Kominfo berdiskusi dengan aparat penegak hukum dan keamanan setempat.

Kini, Kominfo dan aparat penegak hukum menilai situasi di Wamena mulai pulih. “Pembukaan kembali layanan data internet  dilakukan setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi keamanan,” demikian dikutip dari keterangan resmi Kominfo, Sabtu (28/9).

(Baca: Telkomsel dan Indosat Batasi Akses Internet di Wamena )

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, pemerintah melakukan pembatasan layanan data internet di Wamena, setelah terjadi aksi unjuk rasa dan kerusuhan pada awal pekan lalu. Hal itu dipicu oleh penyebaran informasi palsu atau hoaks, kabar bohong dan ujaran kebencian.

Saat ini, Kominfo juga membuka kembali layanan data internet di 15% titik (sites) Kota Jayapura. Dengan demikian, seluruh layanan telekomunikasi dan internet di 29 kabupaten/kota di Papua dan 13 kabupaten/kota di Papua Barat telah berjalan normal.

Ferdinandus mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial. Hal ini penting untuk dilakukan, supaya  situasi dan kondisi keamanan di Papua dan Papua Barat yang telah kondusif  dan pulih tetap terjaga.

(Baca: 5.500 Pengungsi Korban Kerusuhan di Wamena Butuh Bantuan)

Saat ini, ada 5.500 orang terpaksa mengungsi ke markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Mereka membutuhkan bantuan pakaian, makanan, serta barang-barang keperluan anak dan perempuan.

Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura mengatakan, mayoritas warga yang mengungsi hanya membawa baju yang dipakai. Hal itu karena mereka berusaha menghindari kerusuhan di Wamena.

Bantuan pangan dari pemerintah, menurutnya baru berfokus ke satu posko pengungsi saja. "Kami meminta informasi ini disebarkan seluas-luasnya agar banyak pihak yang tergerak untuk membantu para korban yang tengah mengungsi," katanya melalui panggilan telepon, Sabtu (28/9).

(Baca: Moeldoko Sebut Stabilitas di Papua Penting Bagi Stabilitas Nasional)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan