Ikuti Jejak Instagram, Facebook Uji Coba Hapus Jumlah Like

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Safrezi Fitra

29/9/2019, 09.50 WIB

Tampilan jumlah likes, jumlah penonton (viewers), dan reaksi (reaction) hanya bisa dilihat oleh pemilik akun itu sendiri.

facebook, jumlah like fb diapus, instagram, media sosial
123RF.com

Facebook mengumumkan tengah melakukan uji coba di Australia untuk menghapus jumlah ‘Like’ di platformnya mulai Jumat (27/9) lalu di Australia. Langkah ini mengikuti Instagram yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Uji coba ini bertujuan untuk membuat pengguna lebih nyaman dalam mengeskpresikan dirinya serta fokus pada kualitas konten yang akan dibagikan.

"Kami sedang menjalankan uji coba terbatas di mana jumlah Like, reaksi, dan tampilan video dibuat pribadi di Facebook. Kami akan mengumpulkan umpan balik dari uji coba ini untuk memahami apakah perubahan ini akan meningkatkan pengalaman pengguna," ujar juru bicara Facebook seperti dikutip di TechCrunch, Sabtu (28/9).

Dengan uji coba ini jumlah respons keterikatan (engangement) unggahan di platfrom media tersebut seperti Likes, jumlah penonton (viewers), dan reaksi (reaction) hanya bisa dilihat oleh pemilik akun itu sendiri. Sejauh ini, lokasi uji coba baru itu baru dilakukan di Australia. Nantinya uji coba fitur ini bakal diterapkan di lebih banyak negara apabila dianggap berhasil.

(Baca: Fitur Pelindung Privasi WhatsApp, Aplikasi Chat Milik Facebook)

Uji coba ini sebelumnya sempat diungkap oleh peneliti software seluler Jane Manchun Wong. Ia berhasil menemukan kode pemrograman untuk menyembunyikan jumlah engagement pada sebuah unggahan di Facebook.

Sebelumnya, hal yang sama telah dilakukan oleh Instagram. Hanya, uji coba itu dilakukan tak hanya di Australia, tapi di beberapa negara seperti di Brazil, Kanada, Islandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru. “Kami ingin teman-teman Anda fokus pada foto dan video yang Anda bagikan. Bukan berapa banyak Like yang mereka peroleh,” kata Instagram, Kamis (18/7).

Director of Policy Facebook Australia and New Zealand Mia Garlick mengatakan perusahaannya ingin Instagram menjadi tempat di mana orang merasa nyaman untuk mengekspresikan diri mereka sendiri. "Kami berharap uji coba ini akan menghilangkan ‘tekanan’ dari berapa banyak Like unggahan yang diterima, sehingga Anda dapat fokus pada berbagi hal-hal yang Anda sukai,” ujar Mia seperti dikutip dari Vice, Kamis (18/7).

(Baca: Facebook Tanggapi Kabar 419 Juta Data Pengguna Bocor)

Ia melanjutkan, pengguna masih dapat melihat secara pribadi seberapa baik kinerja unggahan mereka. Pembaruan sistem ini tidak akan memengaruhi alat analisis seperti fitur 'Insight' (wawasan) dan 'Ad Manager' (pengelola iklan) yang sering digunakan oleh pengguna akun bisnis untuk mengukur keterlibatan akun mereka.

Langkah yang dilakukan Instagram ini disambut baik penggunanya, meski sebelumnya platform media sosial tersebut dikritik karena efek negatifnya terhadap kesehatan mental. Survei United Kingdom's Royal Society for Public Health tahun 2017 menemukan bahwa banyak pengguna Instagram mengeluhkan tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi. Bahkan, ada yang mengalami purundungan (bullying) dan kondisi takut ketinggalan informasi terkini (Fear Of Missing Out/FOMO).
 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan