Data Ekonomi AS Masih Buruk, Rupiah Menguat ke 14.172 per Dolar AS

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

3/10/2019, 17.17 WIB

Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sore ini, Kamis (3/10) menguat 0,17% atau 24 poin ke posisi Rp 14.172 per dolar AS.

rupiah, nilai tukar
Donang Wahyu|KATADATA
Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sore ini, Kamis (3/10) menguat 0,17% atau 24 poin ke posisi Rp 14.172 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot sore ini, Kamis (3/10) menguat 0,17% atau 24 poin ke posisi Rp 14.172 per dolar AS. Penguatan rupiah seiring dengan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih memburuk. 

 

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp 14.193 per dolar AS atau menguat 14 poin dibanding kurs kemarin di level Rp 14.207 per dolar AS. 

Mengutip Bloomberg, mayoritas mata uang Asia turut menunjukkan penguatan. Peso Filipina memimpin kenaikan sebesar 0,4%, yen Jepang menguat 0,11%, dolar Hongkong 0,03%, dolar Singapura 0,17%, dolar Taiwan 0,03%, won Korea Selatan 0,07%, rupee India 0,1%, ringgit Malaysia 0,16%, dan baht Thailand 0,12%. Hanya yuan Tiongkok yang terlihat melemah 0,36% terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

(Baca: Perbandingan Iklim Investasi Indonesia dan Vietnam )

Sebelumnya, beberapa data perekonomian AS telah dirilis dalam dua hari belakangan ini. Namun, hasil tersebut sangat jauh dari ekspektasi pasar sehingga dolar AS pun terlihat loyo. Ini tercermin dari indeks dolar AS yang kini melemah 0,01% ke level 99,01.

Menurut survei dari Institute for Supply Management (ISM), aktivitas manufaktur AS turun ke level terendah pada September 2019. Ekspor di negeri Paman Sam tersebut terperosok dampak perang dagang dengan Tiongkok yang berlarut-larut.

(Baca: Bank Dunia Ungkap Penyebab Indonesia Belum Naik Kelas)

Indeks aktivitas manufaktur ISM hanya berada di angka 47,8, menyusut selama dua bulan berturut-turut yang mengindikasikan adanya kontraksi. Sementara ekspektasi para ekonom sebelumnya mematok indeks manufaktur AS berada di angka 50,1.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP juga menunjukkan bahwa pengusaha AS mempekerjakan lebih sedikit pekerja dari yang diperkirakan pada September. Ini menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja. Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data tenaga kerja yang lebih komprehensif di akhir pekan ini.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan