AS-Tiongkok Mendingin, Trump: Pembicaraan Dagang Berjalan Sangat Baik

Penulis: Martha Ruth Thertina

11/10/2019, 08.28 WIB

Bursa saham AS ditutup menghijau. S&P 500 futures dan Dow Jones Future terpantau naik.

Perang Dagang, Perang dagang China Amerika
123RF.com/Bravissimos
Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat prospek pertumbuhan ekonomi global terancam.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan yang positif terkait negosiasi dagang tingkat tinggi antara AS dengan Tiongkok di Washington. Pernyataan ini memberikan angin segar kepada pelaku pasar, setelah sebelumnya media Tiongkok memberitakan negosiasi berjalan alot dan delegasi asal Negeri Tirai Bambu berpotensi pulang lebih cepat dari rencana.

“Saya pikir ini berjalan dengan sangat baik,” kata Trump di Washington, seperti dikutip CNBC, Kamis (10/10), waktu setempat. “Jadi, kami menjalankan negosiasi yang sangat sangat baik dengan Tiongkok. Mereka akan berbicara sebentar lagi, tapi pada dasarnya, mereka telah menuntaskannya, dan kami akan bertemu mereka di sini, esok.”

AS dan Tiongkok menggelar pembicaraan tingkat tinggi pekan ini. Kedua negara berharap bisa mengakhiri konflik yang ditandai dengan perang tarif produk impor bernilai ratusan miliar dolar. Pembicaraan tingkat tinggi berlangsung menjelang pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk US$ 250 miliar produk impor Tiongkok.

(Baca: Negosiasi Dagang, Trump Bakal Temui Utusan Tiongkok Besok)

Sekretaris Bendahara AS Steven Munchin dan Perwakilan Departemen Perdagangan AS Robert Lighthizer memimpin tim Amerika dalam negosiasi pada Kamis, kemarin. Sedangkan tim negosiasi Tiongkok dipimpin Wakil Perdana Menteri Liu He.

Adapun menjelang negosiasi tersebut, tensi antarkedua negara ekonomi terbesar tersebut kembali memanas. AS menambahkan 28 entitas Tiongkok dalam daftar hitam, termasuk di dalamnya perusahaan teknologi. Akibatnya, entitas-entitas tersebut tidak bisa melakukan kerja sama dagang dengan perusahaan AS.

AS mengeluarkan sanksi tersebut dengan alasan 28 entitas terlibat dalam kebijakan pemerintah Tiongkok yang melanggar hak asasi manusia, terkait etnis uighur dan minoritas muslim lainnya di Xinjiang. Pejabat Gedung Putih menepis, sanksi yang diterbitkan juga terkait negosiasi dagang AS-Tiongkok.

(Baca: AS Tambahkan 28 Entitas Tiongkok dalam Daftar Hitam Karena Langgar HAM)

Seiring sinyal progres positif negosiasi dagang AS-Tiongkok, bursa saham AS menguat. Mengutip Bloomberg, bursa saham AS ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis kemarin.

Dow Jones naik 0,57%, S&P 500 naik 0,64%, Nasdaq Composite naik 0,6%, NYSE Composite naik 0,59%, dan S&P/TSX Composite naik 0,26%. Saat berita ini dtulis, S&P 500 futures dan Dow Jones Future juga terpantau naik.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan