Negosiasi Dagang, Trump Bakal Temui Utusan Tiongkok Besok

Penulis: Agustiyanti

10/10/2019, 23.35 WIB

Presiden AS Donald Trump akan menemui Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liue He guna melakukan negosiasi dagang pada Jumat (11/10) di Gedung Putih.

donald trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump akan menemui Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liue He guna melakukan negosiasi dagang.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menemui Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He guna melakukan negosiasi untuk dapat keluar dari perang dagang berlarut-larut yang tengah berlangsung antara kedua negara.

"Hari besar untuk negosiasi dengan Tiongkok. Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi apakah saya ingin? Saya akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri besok di Gedung Putih," tulis Trump dalam akun resminya, Kamis (10/10).

Dikutip dari Reuters, pejabat tinggi AS dan Tiongkok mulai melakukan pertemuan pada hari ini untuk pertama kalinya sejak perundingan akhir juli lalu yang berakhir mandek.

(Baca: Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Makin Melambat)

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menyambut Wakil Perdana Menteri China Liu He di tangga kantor USTR sebelum pertemuan negosiasi. Kedua belah pihak akan berupaya menengahi permasalahan yang menimbulkan perang tarif antara kedua negara dan mengganggu pasar keuangan global.

Suasana antara kedua negara memburuk jelang pembicaraan, seiring kebijakan pemerintah AS membuat daftar hitam 28 baru pada perusahaan Tiongkok. AS juga memberlakukan pembatasan visa pada pejabat Tiongkok atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di Tiongkok.

Beijing juga dikabarkan berencana membalas dengan memperketat pembatasan visa bagi warga negara AS yang memiliki ikatan dengan kelompok anti-Tiongkok.

(Baca: Negosiasi Dagang Buntu Karena Tiongkok Enggan Bahas Transfer Teknologi)

Trump sebelumnya mengancam untuk menaikkan tarif barang-barang Tiongkok senilai US$ 250 miliar pada 15 Oktober jika tidak ada kemajuan dalam perundingan yang sedang berlangsung. Itu akan membuat hampir semua barang impor Tiongkok ke AS senilai lebih dari US$ 500 miliar dikenakan tarif.

Sementara itu, pejabat Tiongkok sebelumnya menunjukkan lebih banyak keinginan untuk bernegosiasi. "Pihak Tiongkok datang dengan tulus, bersedia bekerja sama dengan AS mengenai neraca perdagangan, akses pasar, dan perlindungan investor," kata Liu.

IMF sebelumnya memproyeksi perang dagang yang berlarut-larut dapat memangkas Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar US$ 700 miliar. Nilai tersebut setara dengan perekonomian Swiss. 

Sementara itu, riset Fitch Ratings dan Oxford Economics menunjukkan eskalasi perang dagang menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan global tahun depan. Di antara 20 negara terbesar di dunia, Meksiko dinilai paling terpengaruh oleh perang dagang, seperti terlihat dalam databooks di bawah ini. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan