Usai Kunjungi Istana, Prabowo Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Maruf

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

11/10/2019, 18.26 WIB

Undangan pelantikan Jokowi-Ma’ruf akan disampaikan para pimpinan MPR pada sore ini.

pelantikan presiden, Jokowi, Ma'ruf, Prabowo
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan itu membahas berbagai gagasan untuk kemajuan bangsa seperti pemindahan ibu kota, isu-isu ekonomi hingga pertahanan negara.

Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan bakal menghadiri pelantikan Jokowi -Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Pelantikan bakal digelar pada 20 Oktober 2019 pukul 14.00 WIB.

“Bila diundang, ya hadirlah. Diundang lurah juga, ya harus hadir,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10).

Prabowo menyatakan, undangan pelantikan Jokowi-Ma’ruf akan disampaikan para pimpinan MPR pada sore ini. Undangan itu akan disampaikan langsung ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta. "Saya akan kedatangan rombongan MPR,” kata Prabowo.

(Baca: Jokowi dan Prabowo Bahas Kemungkinan Gerindra Gabung Koalisi)

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan hubungannya dengan Jokowi saat ini baik, bahkan cukup mesra. Prabowo pun menyatakan Gerindra siap membantu Jokowi di periode keduanya jika diperlukan. Prabowo mengatakan, Gerindra siap memberikan gagasan yang optimistis kepada Jokowi.

Selain itu, Prabowo siap membantu Jokowi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat, bahkan hingga 10%. “Kami yakin indonesia bisa tumbuh double digit. Kami yakin Indonesia bisa bangkit cepat. Kami ingin membantu,” kata dia.

Untuk diketahui, dalam pertemuan hampir satu jam di Istana, Jokowi dan Prabowo membahas mengenai kemungkinan Gerindra masuk ke koalisi pemerintah. Meski demikian, Jokowi mengatakan pembicaraan itu belum rampung.

(Baca: Jokowi Bertemu Prabowo, Rupiah Menguat Tipis)

Menurut Jokowi, dirinya masih harus berdiskusi lebih lanjut. “Kalau nanti sudah final, baru nanti kami sampaikan berdua lagi ya,” kata Jokowi.

Selain masalah koalisi, Jokowi dan Prabowo juga berbicara perihal ekonomi negara terkait dengan terjadinya perlambatan ekonomi dunia.

Menurut Jokowi, Indonesia memerlukan stabilitas keamanan, politik, serta persiapan lainnya dalam rangka mencegah imbas perlambatan ekonomi global. “Kami juga berbicara masalah ibu kota baru. Kami bercerita banyak kenapa pindah ke Kalimantan Timur,” katanya.

(Baca: Setelah Bertemu SBY, Jokowi Buka Peluang Rombak Susunan Kabinet Baru)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan