E-Commerce Berperan Besar Dorong Lonjakan Investor Reksa Dana

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Martha Ruth Thertina

16/10/2019, 18.47 WIB

Digitalisasi pemasaran dan metode edukasi yang unik dinilai perlu dilakukan guna menggaet lebih banyak investor reksa dana dari kalangan milenial.

reksa dana online, reksa dana e-commerce
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
e-commerce

Perusahaan e-commerce turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah investor reksa dana. Pada 2018 lalu, jumlah investor reksa dana meningkat dua kali lipat.

“Sebelumnya jumlah investor 500 ribu sekarang mencapai 1 juta lebih," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Usaha Reksa Dana dan Investasi Mauldy Rauf Makmur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/10).

Ia mengatakan penjualan reksa dana melalui e-commerce begitu pesat. Penjualan dengn mekanisme tersebut telah membantu dalam menjangkau pasar investasi di segmen milenial. Sebab, investasi jadi terasa lebih mudah.

(Baca: Susul Bukalapak dan Tokopedia, Shopee Siap Luncurkan Reksa Dana)

Selama ini, kata dia, minat kaum milenial untuk berinvestasi di Indonesia masih sangat rendah lantaran investasi dianggap merepotkan.

Meski begitu, ia menyebut masih banyak tantangan dalam menggaet investor milenial. Ia menilai harus ada metode-metode kekinian berupa digitalisasi pemasaran dan edukasi dengan konten yang unik berupa video dan lainnya.

Ia menambahkan, edukasi ke institusi-institusi pendidikan juga harus terus dilakukan agar minat berinvestasi terus bertumbuh.

Hal senada diungkapkan oleh Co-founder Investasikita Fajrin Hermansyah. Adapun Investasikita adalah salah satu perusahaan yang menyediakan marketplace reksa dana. Menurut dia, peran e-commerce dalam penjualan reksa dana sangat besar.

(Baca: Fintech Investasikita Target 100 Ribu Lebih Investor Milenial di 2020)

Untuk semakin meningkatkan minat investasi, pihaknya pun terus mengembangkan teknologi guna memudahkan investor. Yang terbaru, Investasikita mengembangkan Robo Advisory. Inovasi ini bertujuan untuk mengedukasi milenial tentang risiko investasi.

Robo Advisory dilengkapi dengan fitur Stop Before Loss dan Rebalancing. Selain itu, Robo Advistory juga membantu nasabah dalam merekomendasikan dan melakukan evaluasi portofolio secara berkala sehingga nasabah dapat memperoleh hasil investasi yang optimal. "Jadi itu berdasarkan sistem yang kami buat,” ujarnya.  

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan