Sequis Life dan Investor Singapura Ikut Suntik Alodokter Rp 468 Miliar

Penulis: Desy Setyowati

16/10/2019, 19.56 WIB

Investor terdahulu seperti SoftBank Ventures Asia dan Golden Gate Ventures turut berpartisipasi dalam investasi ini.

Startup kesehatan, Alodokter mengumumkan perolehan pendanaan seri C US$ 33 juta atau sekitar Rp 468 miliar dari SoftBank, Sequis Life, Philips, Heritas Capital, Hera Capital, Dayli Partners, dan lainnya.
Katadata/Cindy Mutia
Ilustrasi, Co-Founder dan Director Alodokter Suci Arumsari usai acara Media Lunch with Alodokter di kantornya, Kamis (25/4). Startup kesehatan, Alodokter mengumumkan perolehan pendanaan seri C US$ 33 juta atau sekitar Rp 468 miliar dari SoftBank, Sequis Life, Philips, Heritas Capital, Hera Capital, Dayli Partners, dan lainnya.

Startup kesehatan, Alodokter mengumumkan perolehan pendanaan seri C US$ 33 juta atau sekitar Rp 468 miliar pada hari ini (16/10). Investor yang berpartisipasi dalam investasi ini adalah Sequis Life, Philips, Heritas Capital, Hera Capital, Dayli Partners, dan lainnya.

Sequis Life adalah perusahaan asuransi di bawah naungan Grup Gunung Sewu. Sedangkan Heritas Capital dan Hera Capital adalah investor dan pemodal ventura yang berbasis di Singapura.

Investor terdahulu Alodokter, seperti SoftBank Ventures Asia dan Golden Gate Ventures turut berpartisipasi dalam pendanaan seri ini. “Selain jumlah pengguna yang besar, kami sangat terkesan dengan visi mereka yang jelas dan kuat dalam memberikan keakuratan medis di setiap layanan yang dibutuhkan pasien,” kata CEO Sequis Life Tatang Wijaya dalam siaran pers, Rabu (16/10).

Saat ini, Alodokter memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulannya. CEO Alodokter Nathanael Faibis mengatakan, sistem kesehatan di Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun terakhir.

Sektor ini, menurutnya lebih terbuka terhadap inovasi digital dibandingkan sistem kesehatan di negara yang sudah maju. “Indonesia menjadi salah satu negara terdepan dalam mengadaptasi sistem kesehatan digital. Itu salah satu faktor utama yang membuat Alodokter berkembang super pesat sejak pertama kali diluncurkan,” katanya.

(Baca: Alodokter Gandeng Century, Permudah Belanja Produk Kesehatan)

Pengguna Alodokter bisa melakukan percakapan dengan dokter, booking layanan, mengakses artikel, dan mengelola asuransi kesehatan. Startup ini telah bekerja sama dengan lebih dari 20.000 dokter dan 1.000 rumah sakit serta klinik.

“Saya adalah gambaran pengguna Alodokter, sebagai ibu dari dua anak dengan pengetahuan medis terbatas. Alodokter mengubah hidup saya dalam mengurus kesehatan keluarga,” kata Co Founder dan Director Alodokter Suci Arumsari.

Rencananya, dana tersebut akan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan rumah sakit dan mengembangkan layanan asuransi termutakhir. Pada tahun lalu, perusahaan rintisan ini meluncurkan asuransi kesehatan yang bernama Proteksi Alodokter.

Pemegang polis dapat berlangganan, membayar, dan melakukan proses klaim langsung melalui aplikasi. Mereka juga dapat mengakses fitur premium, seperti konsultasi unlimited dengan dokter spesialis dan layanan rumah sakit terbaik.

Alodokter mencatat, penetrasi asuransi kesehatan swasta Indonesia kurang dari 2%. Penetrasi ini 10 kali lebih rendah dibanding Malaysia. Karena itu, perusahaan menilai pasar ini masih sangat potensial. Sejak diluncurkan, produk asuransi Alodokter meningkat 15 kali selama enam bulan terakhir.

(Baca: Startup Kesehatan Halodoc Kejar Gandeng Asuransi)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan