Wapres JK Peringatkan Risiko Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

18/10/2019, 14.16 WIB

Wapres Jusuf Kalla menyebut kondisi HAM Indonesia akan lebih disorot oleh dunia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut kondisi HAM di Indonesia akan lebih disorot oleh dunia seiring terpilihnya kembali Indonesia menjadi anggota dewan HAM PBB.

Indonesia kembali terpilih sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) periode 2020-2022, mewakili kawasan Asia Pasifik. Ini merupakan kelima kalinya Indonesia masuk sebagai anggota dewan HAM PBB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku senang dengan pencapaian tersebut. "Harapannya tentu kita akan berfungsi. Tetapi jangan lupa ada risikonya," kata Kalla di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/10).

Risiko tersebut, menurut ia adalah kondisi HAM Indonesia yang akan lebih disorot oleh dunia. Maka dari itu, pemerintah wajib menjaga HAM dalam negeri agar lebih baik.

"Jangan kita anggota HAM kemudian ada kasus HAM di dalam negeri. Itu sulit," ucap dia.

(Baca: RI Kembali Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB Periode Kelima)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun turut menyampaikan rasa syukur dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB. Ia menyebut Jusuf Kalla berperan besar dalam melobi dewan HAM PBB. Retno pun tak segan-segan memuji JK.

"Jika Pak JK memeriksakan DNA-nya, maka selain DNA dari indonesia pasti akan ditemukan dalam bapak DNA perdamaiaan dan kemanusiaan," kata Retno sambil tertawa.

Posisi anggota Dewan HAM PBB kembali ditempati setelah Indonesia unggul dalam proses pemilihan dengan total perolehan 174 suara. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi anggota Dewan HAM sebanyak empat kali, yaitu pada 2006-2007 (founding member), 2007-2010, 2011-2014 dan 2015-2017.

(Baca: RI Kembali Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB Periode Kelima)

Meski begitu, Retno menilai secara tertulis sebenarnya Indoensia mendapat 177 suara. "Berdasarkan data selama dua tahun ini, di atas kertas kita dapat dukungan 177 suara. Tetapi di dalam pelaksanaannya kita mendapat 174, berarti kortingnya hanya tiga suara. Kemenangan ini merupakan gol pamungkas," ucap dia.

Secara rinci, Indonesia unggul dengan 174 suara, melampaui Jepang dengan dengan 165 suara, Korea Selatan dengan 165 suara, serta Kepulauan Marshall dengan 123 suara. Pemilihan kali ini dilaksanakan untuk mengisi 14 kursi Dewan HAM PBB mewakili kawasan Afrika, Asia Pasifik, Eropa Timur, Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Barat. Dengan hasil tersebut, Indoensia, Jepang, Korea Selatan dan Kepulauan Marshall pun selanjutnya akan mewakili kawasan Asia Pasifik untuk duduk di kursi Dewan HAM PBB.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan