Startup Pendidikan, Zenius Dikabarkan Dapat Investasi Rp 283 Miliar

Penulis: Desy Setyowati

20/10/2019, 13.48 WIB

Mantan petinggi Gojek disebut-sebut bakal menjadi CEO Zenius.

Ilustrasi, platform Zenius. Startup pendidikan Indonesia, Zenius disebut-sebut telah mengumpulkan pendanaan US$ 20 juta atau sekitar Rp 283 miliar dari perusahaan investasi, Northstar Group.
zENIUS.NET
Ilustrasi, platform Zenius. Startup pendidikan Indonesia, Zenius disebut-sebut telah mengumpulkan pendanaan US$ 20 juta atau sekitar Rp 283 miliar dari perusahaan investasi, Northstar Group.

Startup pendidikan Indonesia, Zenius disebut-sebut telah mengumpulkan pendanaan US$ 20 juta atau sekitar Rp 283 miliar dari perusahaan investasi, Northstar Group. Setelah investasi ini, mantan petinggi Gojek, Rohan Monga dikabarkan bakal menduduki posisi CEO Zenius.

Mengutip dari e27, CEO Zenius saat ini, Sabda PS kabarnya bakal menjabat sebagai chairman perusahaan. Namun, Sabda enggan berkomentar perihal kabar tersebut.

PT Zenius Education menawarkan materi pembelajaran untuk siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), serta bagi pelajar yang ingin mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Produk-produk ini mirip dengan yang ditawarkan pesaingnya, Ruangguru.

Perusahaan rintisan yang berdiri pada 2007 ini menerapkan biaya berlangganan kursus online, mulai dari Rp 172 ribu per bulan hingga Rp 1 juta selama setahun. Pengguna bisa mengakses produk Zenius melalui aplikasi maupun situs resmi.

(Baca: Adu Cepat Dua Startup Menjadi Unicorn)

Startup ini telah menyediakan lebih dari 80 ribu video terkait materi pelajaran. Selain itu, tersedia paket latihan soal dan pembahasannya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2014-2019 Rudiantara mengatakan bahwa startup Pendidikan berpeluang menjadi unicorn atau memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Salah satu perusahaan yang disebut-sebut berpotensi menjadi unicorn adalah Ruangguru.

Alasannya, pemerintah menganggarkan Rp 500 triliun lebih untuk pendidikan tahun depan. Sedangkan untuk kesehatan, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 100 triliun.

(Baca: Bicara Soal Unicorn Keenam, Rudiantara Sapa CEO Ruangguru)

"Bisnis itu mengikuti aliran uang. Angka-angka itu memberikan gambaran besarnya peluang startup edutech dan healthcare menjadi unicorn di Indonesia," kata Rudiantara kepada Katadata.co.id beberapa waktu lalu (7/10).

Namun, ia mengatakan bahwa pemerintah berperan memfasilitasi atau mengakselerasi startup supaya bisa berkembang menjadi unicorn. “Kepastiannya (menjadi unicorn atau tidak) ada di tangan para investor dan modal ventura," katanya.

(Baca: Menyusul OVO, Rudiantara Bocorkan 2 Startup Berpeluang Jadi Unicorn)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan