Usai Turun 1% Akibat Kekhawatiran Global, Harga Minyak Naik Tipis

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ameidyo Daud

22/10/2019, 09.35 WIB

Harga sempat anjlok setelah komentar pejabat AS memberikan pernyataan seputar perang dagang AS-Tiongkok.

Harga Minyak, Minyak, Market.
KATADATA
Ilustrasi Kilang Minyak. Harga minyak mentah berjangka jenis Brent hari Selasa (22/10) naik 13 sen menjadi US$ 59,09 per barel.

Harga minyak mentah dunia naik tipis pada perdagangan Selasa (22/10) WIB setelah sempat turun hampir 1% pada sesi sebelumnya. Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent naik 13 sen menjadi US$ 59,09 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate naik 18 sen menjadi US$ 53,49.

Harga sempat anjlok setelah komentar pejabat AS memberikan pernyataan seputar perang dagang AS-Tiongkok. Ini menambah kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat akan mengurangi permintaan minyak.

Meski kedua negara akan menandatangani perjanjian dagang saat pertemuan negara Asia Pasifik (APEC), namun Kementerian Perdagangan AS menyatakan hal itu tak dilakukan terburu-buru.

“Kuncinya, semua hal harus benar ketika penandatanganan, ” kata Mendag AS Wilbur Ross dilansir dari Reuters, Selasa (22/10).

(Baca: Rusia Gagal Pangkas Produksi, Harga Minyak Anjlok Jadi US$ 59,32)

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal ketiga hanya mencapai 6% atau terendah selama lebih dari 27 tahun. Ini karena produksi manufaktur yang loyo dan ketegangan perang dagang yang berkelanjutan.

Di sisi lain, kekhawatiran akan pasokan berlebih juga muncul karena Rusia memproduksi minyak lebih besar dari kesepakatan global. Alasannya, negara tersebut memerlukan kondensat gas untuk kebutuhan musim dingin.

(Baca: Sempat Naik 1% Akibat Brexit, Harga Minyak Kembali Tertekan )

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen minyak lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat pada bulan Desember untuk memotong pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari.

"Meskipun masuk akal, meragukan apakah ini benar-benar akan tercapai," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

 

 

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan