Buka Sidang Kabinet Perdana, Jokowi Sindir Menteri Kabinet Kerja

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

24/10/2019, 11.41 WIB

Jokowi menyebut sejumlah menteri di Kabinet Kerja periode 2014-2019 kerap bekerja sendiri. Dia pun menegaskan agar para menteri saat ini bekerja dalam tim.

Jokowi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat memimpin sidang kabinet paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Jokowi menegaskan menteri harus kompak. Dia pun menyindir sejumlah menteri Kabinet Kerja yang kerap bekerja sendiri dan tidak menjalankan visi-mis presiden-wakil presiden.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk kompak. Dia juga menegaskan para menteri tak boleh bekerja secara sektoral.

Pasalnya, pemerintah bekerja untuk membangun negara. “Enggak mungkin menteri berjalan sendiri-sendiri. Ini harus kerja tim,” kata Jokowi ketika membuka sidang kabinet paripurna perdana di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

Jokowi berkaca dari pengalamannya memimpin Kabinet Kerja periode 2014-2019. Dia menyebut sejumlah menteri di Kabinet Kerja tak pernah menghadiri rapat ketika diundang Menteri Koordinator. Padahal, sudah tugas Menteri Koordinator untuk mengkoordinasi para menteri agar tak bekerja sendiri-sendiri.

Atas dasar itu, Jokowi meminta para menteri di Kabinet Indonesia Maju tak melakukan hal serupa. “Hal seperti ini yang harus saya garis bawahi. Sekali lagi, kerja tim,” kata Jokowi.

(Baca: Warna-warni Tim Ekonomi Jokowi Jilid 2 )

Tak hanya itu, Jokowi meminta para menteri tak memiliki visi-misi sendiri-sendiri. Jokowi menekankan para menteri harus menjalankan visi-misi Presiden dan Wakil Presiden.

Kepala Negara mengatakan ada beberapa menteri Kabinet Kerja yang tidak paham mengenai hal tersebut. Alhasil, menteri-menteri tersebut masih mempermasalahkan hasil keputusan rapat.

“Kalau sudah diputuskan dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi,” ucap Jokowi.

Jokowi lantas meminta agar pro-kontra di antara para menteri dibahas dalam rapat. Eks Gubernur DKI Jakarta itu memastikan setiap pendapat para menteri akan didengarkan.

Dengan begitu, hasil keputusan rapat harus dilaksanakan oleh para menteri dengan segala risiko yang ada. “Kalau ada perubahan-perubahan dan kondisi-kondisi tertentu, mari kita tarik lagi dalam rapat internal atau rapat terbatas,” kata Jokowi.

(Baca: Beda Dengan 2014, Jokowi Izinkan Menteri Rangkap Jabatan Ketum Parpol)

 

 

Presiden Jokowi telah melantik Kabinet Indonesia Maju yang berjumlah 38 orang pada Rabu (23/10) pagi. Mayoritas para menteri telah berusia di atas 60 tahun, yaitu sebanyak 17 orang.

Perwakilan menteri dari generasi milenial terhanya hanya satu orang, yakni Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal, Jokowi pernah menjanjikan susunan menterinya akan banyak berisi orang yang berusia di kisaran 30 tahun.

Sedangkan menteri dengan usia tertua yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Panjaitan. Ia kembali menjabat sebagai menteri di usianya yang ke 72 tahun.  Selain Luhut, Fachrul Razi yang menjabat sebagai Menteri Agama berusia 72 tahun.

Proporsi usia anggota Kabinet Indonesia Maju berbeda dengan Kabinet Kerja. Pada periode pertama Jokowi, kabinet diisi menteri dengan usia 51 hingga 60 tahun, totalnya mencapai 19 orang. Selengkapnya dapat dilihat dalam grafik Databoks berikut ini : 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan