Hong Kong Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Agustiyanti

5/11/2019, 14.29 WIB

Hong Kong masuk dalam 10 besar negara atau wilayah penanam modal terbesar di Indonesia.

hong kong, resesi ekonomi, resesi
ANTARA FOTO/REUTERS/Kai Pfaffenbach
Demonstrasi di Hong Kong. Aksi protes berbulan-bulan ini telah menyeret perekonomian pusat keuangan Asia ini masuk dalam jurang resesi.

Hong Kong akhirnya jatuh ke jurang resesi akibat demonstrasi yang terjadi selama berbulan-bulan. Pada kuartal III 2019, ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi sebesar 3,2% dibanding kuartal sebelumnya. 

Kinerja kuartal III 2019 yang turun menggenapi kriteria untuk masuk dalam resesi, yakni perekonomiannya menurun dua kuartal berturut-turut  Pada kuartal II 2019, ekonomi Hong Kong turun 0,4% secara kuartalan. Lantas bagaimana dampaknya pada perekonomian Indonesia? 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut resesi Hong Kong tak akan berdampak signifikan pada perekonomian Indonesia. Pasalnya, menurut dia, Indonesia memiliki pasar domestik yang cukup kuat.

(Baca: Makin Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2019 Hanya 5,02%)

 Selain itu,  hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Hongkong hanya sebatas perpindahan kapal atau transhipment. Adapun kegiatan ekspor dan impor ke dan dari Tiongkok yang semula melalui Hong Kong juga sudah dilakukan secara langsung. 

"Selama ini kan mereka transhipment saja. tapi fungsinya berubah karena Indonesia kan langsung ke China. Jadi enggak begitu pengaruh," ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Selasa (5/11).

Sementara itu, meski melambat, perekonomian Tiongkok dan Amerika Serikat yang menjadi mitra dagang utama Indonesia masih positif. Indonesia saat ini juga mulai memiliki pasar ekspor baru. 

Pasar tersebut merupakan gabungan dari 15 negara di Asia yang bersepakat untuk melakukan perdagangan bebas (free trade). Menurut dia, pasar baru tersebut akan menjadi peluang yang yang besar.

"15 negara setuju. berbasis tax. tinggal legal scrubbing. Ini bisa menjadi pasar baru kita yang lebih besar dari Hong Kong," jelas dia. 

(Baca: Beda Resesi Ekonomi di Mata Sri Mulyani, Perry Warjiyo dan Agus Marto)

Total perdagangan Indonesia dengan Hong Kong pada Januari-Agustus 2019 mencaai US$ 4,03 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,48 miliar.

Ekspor ke wilayah tersebut mencapai US$ 1,82 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 2,02 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan Hong Kong mengalami defisit US$ 377 juta.

Nilai tersebut relatif kecil dibanding total ekspor Indonesia pada periode yang sama mencapai US$ 110,07 miliar dan impor sebesar US$ 111,88 miliar.

Namun, Hong Kong saat ini masuk dalam 10 negara atau wilayah yang melalukan penanaman modal terbesar di Indonesia. Pada kuartal III 2019, investasi Hong Kong  mencapai US$ 400 juta, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 537,94 juta.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan