Lawan Stunting, Pemerintah Siap Sertifikasi Pasangan yang Akan Menikah

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

13/11/2019, 17.47 WIB

Sertifikasi diberikan agar pasangan punya pengetahuan soal reproduksi dan kondisi yang berbahaya buat anak, seperti stunting alias tumbuh kerdil.

Stunting, Sertifikasi nikah, pemerintah sertifikasi pernikahan
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Posyandu di Desa Sukajadi, Rantau, Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (6/11/2019). Pemerintah berencana menerbitkan sertifikasi bagi pasangan yang akan menikah. Ini agar mereka punya pengetahuan soal reproduksi dan kondisi yang berbahaya buat anak, seperti stunting.

Pemerintah berencana menerbitkan sertifikasi bagi pasangan yang akan menikah. Ini agar mereka punya pengetahuan soal reproduksi dan kondisi yang berbahaya buat anak, seperti stunting alias tumbuh kerdil.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan sertifikasi ini bakal diberikan lewat pelatihan atau kursus kepada para pasangan yang akan menikah. Isi pelatihan berkisar masalah seputar reproduksi dan penyakit berbahaya bagi anak.

“Karena mereka akan melahirkan anak yang menentukan masa depan bangsa ini,” kata Muhadjir dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

(Baca: Desa Sehat, Anak-Anak Bebas Stunting)

Muhadjir mengatakan pelatihan ini mirip yang dilakukan beberapa lembaga keagamaan yang mengadakan kursus sebelum pasangan menikah. Dia mencontohkan, di agama Katolik, pasangan yang akan menikah diberikan pelatihan selama tiga bulan.

“Agar betul-betul menyiapkan rumah tangga yang baik,” kata Muhadjir.

Muhadjir  menargetkan sertifikasi pernikahan ini bisa diimplementasikan pada 2020.  Mantan Mendikbud ini bakal mematangkan dulu wacana ini bersama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan.

Nantinya, sertifikasi dan pelatihan akan dikelola oleh Kementerian Agama. Sedangkan Kementerian Kesehatan bakal dilibatkan lantaran mumpuni dalam memberikan pengetahuan soal kesehatan reproduksi.

“Ini saya akan pelajari dulu. Saya belum dapat informasi yang cukup,” kata Muhadjir.

(Baca: Maruf Sebut Program Sedekah Putih Sandiaga Tak Atasi Stunting)

Sedangkan Ma’ruf Amin dalam debat calon wakil presiden bulan Maret lalu sempat mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan pada 1.000 hari pertama dari ibu hamil hingga anak selesai menyusui.

Ma'ruf, yang saat ini telah menjadi Wapres, menilai perbaikan sanitasi, asupan pangan ibu hamil, hingga akses air bersih disebutnya lebih efektif ketimbang perbaikan gizi pada anak.  "(Stunting) tak bisa diatasi setelah (usia anak) dua tahun,” ujar Ma’ruf.

 

 

 

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan