Sri Mulyani Sebut Masih Ada Korupsi Dana Pendidikan

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ameidyo Daud

30/11/2019, 17.59 WIB

Sri Mulyani mengatakan masih ada pihak yang kerap meminta setoran dari dana pendidikan.

Sri Mulyani, Korupsi, korupsi anggaran pendidikan
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) hari sabtu (30/11) mengatakan masih ada korupsi dalam penyaluran anggaran pendidikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan masih ada korupsi dalam penyaluran anggaran pendidikan. Kejahatan tersebut terjadi walaupun metode transfer dana diatur ketat hingga sekolah.

Sri Mulyani mengatakan awalnya ia berpikir tak ada lagi celah korupsi di bidang pendidikan, namun perkiraannya salah. Dia menjelaskan ada saja oknum tak bertanggung jawab yang meminta setoran uang. Tetapi ia tak menjelaskan siapa dan di mana terjadi pelanggaran hukum tersebut.

“Padahal sudah by name by address. Sampai di address-nya malah diminta setoran sama yang di atas,” kata Sri Mulyani dalam sebuah diskusi pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (30/11).

(Baca: Sri Mulyani Tunggu Terobosan Nadiem dalam Manfaatkan Dana Pendidikan)

Padahal anggaran tersebut disalurkan untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, dan sertifikasi guru. Selain itu ada juga dana yang dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Total uang yang dikirim pemerintah untuk pengajar dan BOS mencapai 80% dari total anggaran pendidikan.

 "Sisanya dikelola Kemendikbud," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

(Baca: Dorong Inovasi Pendidikan, Menteri Nadiem Bakal Pangkas Regulasi)

Sri Mulyani pun mengingatkan pengelolaan anggaran pendidikan dengan benar perlu dikerjakan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Tanpa itu, dana besar untuk mengedukasi siswa akan mengecil dan tak efisien. 

Pada tahun ini, anggaran pendidikan yang dialokasikan mencapai Rp 492,5 triliun yang tersebar di 19 kementerian/lembaga. Sedangkan anggaran tahun depan hanya naik 2,7% jadi Rp 505,8 triliun. Padahal, peningkatan dana pendidikan dari 2018 ke 2019 mencapai 11,3%.

 

 

 

 

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan