Cadangan Devisa Desember 2019 Diprediksi Naik, Rupiah Menguat

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Desy Setyowati

7/1/2020, 17.55 WIB

Ekonom memperkirakan, cadangan devisa Desember 2019 sekitar US$ 127 miliar-US$127,5 miliar. Hal ini membuat rupiah menguat hari ini.

Cadangan Devisa Desember 2019 Diprediksi Naik, Rupiah Menguat
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi, petugas menata uang Dolar AS di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,47% menjadi Rp 13.878 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini (7/1). Ekonom menilai, rupiah menguat karena pasar optimistis cadangan devisa Desember 2019 meningkat.

Mengutip Bloomberg, hampir seluruh mata uang Asia menguat pada perdagangan sore ini. Dolar Singapura naik 0,07%, dolar Taiwan 0,12%, won Korea Selatan 0,47%, peso Filipina 0,51%, rupee India 0,18%, yuan Tiongkok 0,56%, dan ringgit Malaysia 0,3%.

Meski begitu, ada beberapa mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS. Di antaranya Yen Jepang turun 0,08%, dolar Hong Kong 0,05%, dan baht Thailand 0,01%.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah menguat 42 poin dibanding posisi kemarin menjadi Rp 13.919 per dolar AS.  (Baca: Hubungan AS-Iran Memanas, Investor Mulai Meninggalkan Saham)

Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, pasar optimistis cadangan devisa Desember 2019 meningkat meskipun peningkatannya kecil. “Perkiraan naik menjadi sekitar US$ 127 miliar-US$127,5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya US$ 126,63 miliar," katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (7/1).

Kenaikan cadangan devisa itu, kata dia, didorong oleh arus masuk modal asing (capital inflow) terutama ke pasar saham. Investor asing tercatat melakukan beli saham bersih (net foreign buy) US$ 571,09 juta.

Namun, investor asing mencatatkan jual (net foreign sell) US$ 294,86 juta di pasar obligasi. "Kenaikan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh penyerapan di lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) dalam valuta asing bulan lalu US$ 982,89 juta," ujarnya.

(Baca: Ancaman Trump ke Iran Diralat, Rupiah Menguat ke 13.922 per Dolar AS)

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga memperkirakan cadangan devisa Desember 2019 meningkat. Hal ini seiring derasnya aliran modal serta realisasi data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang diprediksi surplus pada Kuartal IV 2019.

"Kami perkirakan cadangan devisa akan lebih tinggi dari US$ 127 miliar," kata Perry saat ditemui di Kompleks BI, Jakarta, akhir pekan lalu (3/1).

BI mencatat, NPI defisit US$ 46 juta. Angka itu membaik dibanding kuartal sebelumnya yang defisit US$ 2 miliar. Secara kumulatif, neraca pembayaran Januari-September 2019 surplus US$ 396 juta.

Adapun defisit transaksi berjalan pada Kuartal III 2019 mencapai US$ 7,7 miliar atau 2,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Data ini juga membaik dibanding kuartal sebelumnya US$ 8,5 miliar atau 3,22% terhadap PDB.

(Baca: Cadangan Devisa Naik, Rupiah Menguat ke Level 13 Ribu per Dolar AS)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan