Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 mencapai US$ 150,7 miliar, turun dari Juli setelah pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi nilai tukar oleh BI.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 sebesar US$ 152,0 miliar. Jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya, cadangan devisa Indonesia ini menyusut.
Cadangan devisa Indonesia mencatat stabil pada tingkat $152,5 miliar di Mei 2025, mendukung stabilisasi rupiah dan ketahanan ekonomi nasional menurut BI.
Cadangan devisa pada Februari 2025 turun US$ 1,6 miliar dibandingkan bulan lalu, dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.
Sebagian besar bank sentral di seluruh dunia telah menghindari Bitcoin dan lebih memilih instrumen yang “lebih aman” seperti obligasi pemerintah berperingkat tinggi.
Pada Desember 2024, Bank Indonesia catat kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 155,7 miliar, menandai penguatan ketahanan ekonomi nasional dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Gubernur Bank Nasional Ceko (CNB), Aleš Michl, mempertimbangkan untuk membeli beberapa Bitcoin daripada melakukan investasi besar sekaligus pada koin digital itu.