Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
BI mengatakan penurunan cadangan devisa ini terjadi di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.
Posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Cadangan devisa RI akhir Desember 2025 naik ke US$ 156,5 miliar, didorong pajak, jasa, sukuk global, dan pinjaman pemerintah. Posisi ini cukup membiayai impor 6,4 bulan dan menjaga stabilitas ekonomi.
Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia menerapkan strategi intervensi tanpa menguras cadangan devisa, yang kini berada di US$ 150 miliar pada Oktober 2025.
Bank Indonesia melaporkan peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2025 menjadi US$149,9 miliar, didukung oleh penerbitan global bond dan penerimaan pajak yang stabil.
Cadangan devisa Indonesia mencatat penurunan menjadi US$148,7 miliar pada September 2025, dipicu oleh utang luar negeri dan intervensi BI untuk stabilkan rupiah.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 mencapai US$ 150,7 miliar, turun dari Juli setelah pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi nilai tukar oleh BI.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 sebesar US$ 152,0 miliar. Jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya, cadangan devisa Indonesia ini menyusut.
Cadangan devisa Indonesia mencatat stabil pada tingkat $152,5 miliar di Mei 2025, mendukung stabilisasi rupiah dan ketahanan ekonomi nasional menurut BI.