Sri Mulyani Kaji Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian RI

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

22/1/2020, 14.41 WIB

Penyebaran virus corona terus meluas dari Tiongkok, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga Amerika Serikat (AS).

Sri Mulyani, virus corona
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi Menkeu Sri Mulyani (ketiga kiri) memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Sri Mulyani belum bisa menyebut dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah mengkaji dampak virus corona (coronavirus) terhadap perekonomian Indonesia. Ia pun telah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan terkait antisipasi virus tersebut.

Sri Mulyani mengungkapkan virus corona bisa menular seperti virus SARS dan N1H1."Dari sisi penyakit dan ancamannya, kami koordinasi," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1).

Pemerintah telah mengantisipasi penyebaran virus corona di bandara internasional, rumah sakit, serta pada lembaga dan industri yang berpotensi tertular virus tersebut. Selain itu, pemerintah terus melihat perkembangan virus di kawasan regional dan global.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Tiongkok bagian tengah. Virus tersebut dilaporkan telah menyebar setidaknya ke lima negara, yaitu Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS).

(Baca: Tips Mencegah Pneumonia Akibat Virus Corona Baru dari Tiongkok)

Dilansir dari Bloomberg, data beberapa otoritas kesehatan kota dan nasional per 21 Januari 2020 pukul 14.00 EST menyatakan ada 296 orang terjangkit virus corona. Jumlah terbanyak berada di Tiongkok sebesar 291 orang, diikuti Thailand dua orang, lalu Korea Selatan, Jepang, Taiwan, serta Amerika Serikat masing-masing satu orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mempertimbangkan untuk mendeklarasikan penyebaran virus baru ini sebagai keadaan darurat kesehatan internasional atau tidak. “Jika mereka mendeklarasikan masalah ini sebagai isu internasional, itu akan berdampak pada aktivitas perdagangan dan mengurangi perjalanan keluar masuk negara,” kata William Schaffner, profesor obat untuk penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, Nashville, Tennessee, seperti dikutip Bloomberg.

Schaffner mengaku waspada terhadap kemungkinan masalah ini ditetapkan sebagai keadaan darurat. “Tapi saya tidak yakin kita sudah sampai pada tahap itu,” ujarnya.

Menurut dia, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) tengah mengecek lapangan dan memulai pekerjaan untuk membuat vaksin guna mencegah penyebaran virus tersebut. Meskipun, ia menyebut pekerjaan ini kemungkinan membutuhkan waktu.

(Baca: Virus Corona Baru Menyebar ke Lima Negara, Termasuk AS)

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan