Kementan Target Selesaikan Peta Tematik Sawit Tahun Ini

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

31/1/2020, 10.48 WIB

Selain sawit, Kementan juga akan menyelesaikan peta tematik untuk komoditas perkebunan lain, seperti kopi dan keret.

Kementan Target Selesaikan Peta Tematik Sawit Tahun Ini.
Katadata
ilustrasi kebun sawit. Kementerian Pertanian menargetkan dapat menyelsaikan peta tematik kelapa sawit tahun ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan dapat menyelsaikan peta tematik kelapa sawit tahun ini. Penyusunan peta tematik tersebut mulai dikerjakan setelah pihaknya memperoleh seluruh data luas tutupan kelapa sawit di Indonesia pada 2019.

"Harapannya selesai tahun ini," kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono di Jakarta, Kamis (30/1).

Menurutnya, luas tutupan kelapa sawit Indonesia pada tahun lalu seluas 16,38 juta hektare.

Peta tematik akan merinci kepemilikan kebun sawit antara kepemilikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan perkebunan rakyat. Kemudian, peta tersebut juga mengelompokkan sawit berdasarkan usia dan tingkat produktivitas. "Karena datanya berubah," ujar dia.

(Baca: Konversi Lahan Sawit Meluas ke Jawa Dikhawatirkan Picu Bencana Banjir)

Selain untuk komoditas sawit, Kementan akan menyelesaikan peta tematik untuk komoditas perkebunan lain, seperti kopi, kakao,kelapa dan karet. Peta tersebut diharapkan dapat rampun dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Adapun menurut Keputusan Menteri Pertanian Nomor 833/KPTS/SR.020/M/12/2019, luas tutupan kelapa sawit nasional dibagi berdasarkan provinsi.

Provinsi yang paling luas tutupan kelapa sawitnya ditempati Riau dengan luas 3,38 juta hektare atau setara 20,68% diikuti Sumatera Utara seluas 2,07 juta hektare atau 12,69%, dan Kalimantan Barat mencapai 1,80 juta hektare atau 11,03%.

(Baca: Mentan Teken Kesepakatan Kerja Sama Pertanian dengan Italia)

Kemudian, Kalimantan Tengah seluas 1,77 juta hektare atau 10,86%, Sumatera Selatan 1,46 juta hektare atau 8,96%, Kalimantan Timur 1,28 juta hektare atau 7,86%, serta Jambi 1,13 juta hektare atau 6,93%.

Berikutnya Aceh seluas 535.002 hektare atau 3,27%, Bengkulu 426.508 hektare atau 2,60%, Kepulauan Bangka Belitung 273.842 hektare  atau 1,67%, Kepulauan Riau 4.926 hektare atau 0,03%, Lampung 268.061 hektare atau 1,64%, Sumatera Barat 558.683 hektare atau 3,41%, Banten 18.365 hektare atau 0,11%, dan Jawa Barat 14.997 hektare atau 0,09%.

(Baca: India Boikot Sawit Malaysia, Kemendag Cari Peluang Genjot Ekspor)

Selanjutnya, ada Kalimantan Selatan seluas 549.953 hektare atau 3,36%, Kalimantan Utara 234.535 hektare atau 1,43%, Gorontalo 155.958 hektare atau 0,95%, Sulawesi Barat 155.958 hektare atau 0,95%, Sulawesi Selatan 31.980 hektare atau 0,20%, Sulawesi Tengah 110.901 hektare atau 0,68%. Terakhir, yakni ada Sulawesi Tenggara 55.786 hektare atau 0,34%, Maluku 14.966 hektare atau 0,09%, Maluku Utara 3.950 hektare atau 0,02%, Papua 110.496 hektare atau 0,67%, dan Papua Barat 58.656 hektare atau 0,36%.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan