Turis Asing Turun Akibat Corona, Luhut Janjikan Paket Wisata Domestik

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ratna Iskana

10/2/2020, 13.42 WIB

Jumlah wisatawan asing menurun setelah mewabahnya virus corona. Pemerintah pun membuat paket pariwisata untuk pelancong domestik.

luhut binsar pandjaitan, pariwisata, virus corona
Katadata
Ilustrasi, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi IDE Katadata 2020 di Grand Balroom Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1). Luhut menyebut pemerintah telah menyiapkan paket wisata untuk turis domestik demi menggenjot sektor pariwisata yang menurun akibat virus corona.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mempersiapkan paket pariwisata untuk pelancong domestik. Sebab, kunjungan turis asing terus turun sejak mewabahnya virus corona.

"Kami bersama Kementerian Pariwisata buat paket-paket wisata untuk domestik," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (10/2).

Hal itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo agar sektor pariwisata bisa segera pulih. Di sisi lain, Luhut berharap virus corona bisa segera teratasi seiring berjalannya waktu.

"Saya kira tim sudah bekerja. Perintah Presiden Jokowi, melihat daripada kosong, kasih diskon saja," kata dia.

Selain memberikan paket-paket wisasta untuk domestik, pemerintah meminta maskapai penerbangan memberikan diskon ke tiga tujuan wisata terdampak, yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya mengatakan Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan menurunkan harga tiket pesawat ke tiga lokasi tersebut.

(Baca: Analis: Dampak Virus Corona Ancam Sektor Industri hingga Pariwisata)

"Ini sudah disampaikan oleh Menteri Perhubungan karena tiga daerah wisata itu relatif ada penurunanan wisatawan," kata Moeldoko di kompleks Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menjelaskan penyebaran virus corona tidak hanya berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Tetapi juga berdampak pada penurunan wisatawan dari negara lain yang memilih menunda perjalanan.

Padahal, dalam satu kali kunjungan ke Indonesia, wisatawan asing bisa menghabiskan dana rata-rata sebesar US$ 1.400. Dengan demikian, total potensi devisa yang dapat hilang mencapai US$ 4 miliar.

"Secara devisa mencapai US$ 2,8 miliar. Ini baru dampak langsung dari wisatawan Tiongkok," kata Wisnutama.

(Baca: Tiongkok Ditutup, Slot Penerbangan Ditambah dari Timur Tengah ke Bali)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan