Strategi Gojek Tanpa “Bakar Uang” Kerek Transaksi GoFood 2 Kali Lipat

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Martha Ruth Thertina

12/2/2020, 06.00 WIB

Gojek menargetkan transaksi GoFood naik dua kali lipat tahun ini.

Gojek, Gofood, transaksi Gofood
Gojek
(kiri-kanan) Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita, Co-Owner Ban-Ban Wenny Chen, dan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo saat acara peluncuran inovasi terbaru GoFood di Jakarta (16/1).

Perusahaan layanan on-demand Gojek mulai meninggalkan strategi promosi 'bakar uang' untuk layanan pesan antar GoFood. GoFood akan fokus meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) guna mencapai target pertumbuhan transaksi dua kali lipat tahun ini.

Di kuartal terakhir tahun lalu, sebanyak 20 juta pelanggan Gojek bertransaksi GoFood. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, pihaknya lebih mengandalkan beragam inovasi guna meningkatkan user experience.

"Tahun ini kami benar-benar memperbaiki user experience. Bukan lagi ngomongin promo-promo terus," ujar dia di Jakarta pada Selasa (11/2). 

Ia menjelaskan, strategi “bakar uang” sudah banyak dilakukan startup begitu juga di industri pesan antar makanan seperti GoFood. "Tapi layanan yang ditawarkan naiknya tidak sebanding dengan bisnis," kata Kevin. Gojek memang sudah dari 2018 berniat mengurangi strategi promosi itu dan fokus pada apa yang disebutnya sebagai strategi bisnis yang berkelanjutan.

(Baca: Pendapatan Naik 2 Kali Lipat, Gojek Ungkap Kinerja 5 Layanan pada 2019)

Tahun ini, strategi yang akan dijalankan Gojek untuk GoFood antara lain yaitu meluncurkan empat fitur baru yaitu GoFood Turbo, GoFood Pickup, GoFood plus, dan Google Assistant.

Sedangkan Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahy mengatakan, untuk meningkatkan user experience, GoFood mengembangkan teknologi machine learning untuk  menghasilkan rekomendasi makanan bagi pelanggannya. GoFood juga gencar melakukan berkolaborasi dengan influencer di bidang kuliner untuk kurasi produk makanan di GoFood. 

Tampilan visual aplikasi (UI/UX) di platform GoFood pun akan terus dikembangkan guna memberikan daya tarik bertransaksi bagi pelanggannya. Selain itu, GoFood juga menampilkan lebih banyak konten makanan melalui video shuffle card. "Kami juga selalu memberi insight pada merchant, cara agar jualannya makin laris," ujarnya.

Saat ini, GoFood sudah ada 16 juta menu dengan 500 ribu mitra merchant. Dalam waktu satu tahun terakhir, pengguna aktif bulanan di GoFood meningkat 1,5 kali lipat. Saat ini, GoFood sudah diunduh sebanyak 170 juta kali.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan