Riset: Milenial dan Gen Z Bakal Pakai Dompet Digital Meski Tanpa Promo

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Yuliawati

13/2/2020, 05.35 WIB

Tanpa 'bakar uang', dompet digital dapat menerapkan strategi lain dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

dompet digital, promo,
Katadata
Konsumen dompet digital menginginkan berbagai inovasi seperti layanan kolaborasi dengan perbankan, terhubung dengan tabungan, dan pembayaran cicilan.

Perusahaan dompet digital (e-wallet) di Indonesia disarankan untuk tak mengandalkan promosi atau 'bakar uang' untuk menarik konsumen. Riset dari IPSOS Indonesia menyebutkan generasi millenial bakal tetap menggunakan dompet digital meski tanpa iming-iming promosi.

Research Director Customer Experience Olivia Samosir mengatakan konsumen telah menganggap dompet digital sebagai bagian gaya hidup. "Mereka (pengguna dompet digital) sudah menganggap dompet digital lebih praktis dan aman, tidak gampang dicuri," ujar Olivia di Jakarta pada Rabu (12/2).

Survei dilakukan terhadap 500 responden pengguna dompet digital, dengan hasil sebanyak 68% konsumen memilih dompet digital karena kenyamanan. Sisanya 23% karena promosi dan 9% karena keamanan.

(Baca: WeChat Pay & Alipay Diyakini Tak Akan Rajai Pasar Dompet Digital Lokal)

Dari empat besar pemain dompet digital di Indonesia GoPay, OVO, Dana, dan LinkAja, IPSOS mencatat user organic atau pengguna yang tetap bertransaksi tanpa promo paling banyak dari GoPay. Sebanyak 54% responden menyatakan tetap bertahan meski GoPay tak ada promo. Posisi kedua pengguna OVO dengan 29% user organic, selanjutnya DANA (11%), dan LinkAja (6%).

"Para pengguna ini akan tetap bertransaksi tanpa promo. Bukan promo saja, ada kenyamanan dan merasa ini sudah dipakai sehari-hari," kata Olivia.

Ia mengatakan tanpa 'bakar uang', dompet digital dapat menerapkan strategi lain dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan. "Para pemain harus proaktif dalam membentuk perilaku konsumen yang mengedepankan fungsi, inovasi, dan kualitas produk," kata dia.

Hasil surveinya menunjukkan, konsumen dompet digital menginginkan berbagai inovasi seperti layanan kolaborasi dengan perbankan, terhubung dengan tabungan, dan pembayaran cicilan. Apalagi para pengguna di Gen Z atau kelahiran 1990an sampai pertengahan 2000an, mereka lebih ingin ada pembayaran dengan cara cicilan karena daya beli yang masih rendah.

(Baca: Bukan Bakar Uang, Begini Strategi DANA Capai 170 Juta Pengguna)

IPSOS Indonesia mengadakan survei yang tersebar di lima kota yaitu Yogyakarta, Jakarta, Manado, Palembang, da Semarang. Responden merupakan generasi millenial kelahiran 1980 sampai 1996 dan Gen Z kelahiran 1997 sampai 2002 yang menjadi mayoritas pengguna dompet digital.

Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero mengatakan strategi promosi memang diperlukan oleh dompet digital untuk adopsi, mengenalkan layanannya pada konsumen. Namun, setelah terbentuk ekosistemnya, dompet digital harusnya sudah beralih fokus ke pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Praktik 'bakar uang' memakan biaya yang tinggi dan dapat menghasilkan distorsi atas gambaran konsumsi masyarakat yang sesungguhnya," ujar Poltak di Jakarta pada Rabu (12/2).

Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata mengatakan sejak awal, GoPay menginginkan bisnis yang berkelanjutan. Promo memang diberikan oleh GoPay, tapi itu bagian dari strategi untuk menarik pengguna baru.

"Promo tidak terus-terusan. GoPay kecil promonya. Iya, kita beri promo, tapi kita tawarkan produk. Begitu pengguna sudah gunakan, dan lihat manfaatnya, ada atau enggak ada promo dihiraukan. Yang penting fitur, manfaat, dan masalah terselesaikan," kata Budi di Jakarta pada Rabu (12/2).

(Baca: Strategi DANA, GoPay, dan LinkAja Hadapi WeChatPay dan Alipay)

Begitu juga dengan Chief Financial Officer (CFO) DANA, J. Yattha Saputra menyampaikan perusahaannya mulai mengurangi strategi promonya dan lebih mengandalkan program loyalti. "Jadi (promosi) pelan-pelan kami kurangi, lebih pakai loyalti,” kata Yattha kepada Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

DANA menggandeng mitra penjual seperti restoran, untuk memberikan program loyalti berupa poin kepada konsumen. Program tersebut terdapat di fitur pocket di aplikasi DANA, bagian kartu loyalti.

Nantinya, mitra akan membayar atas voucher program loyalti yang digunakan melalui dompet digital DANA. Menurut Yattha, strategi tersebut lebih menguntungkan bagi mitra dan konsumen. “Merchant itu biasanya punya dana pemasaran sendiri. Begitu merchant bayar kan dia sudah dapat dari transaksi-transaksi sebelumnya,” kata dia.

(Baca: GoPay dan DANA Siap Proses Pembayaran Kode QR Standar Mulai 2020)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan