Virus Corona Ancam Pariwisata, Jokowi Beri Turis Diskon 30 Persen

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ameidyo Daud

17/2/2020, 15.29 WIB

Jokowi juga akan memberi diskon 50% perjalanan dengan biro wisata

jokowi, diskon turis, virus corona
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Wisatawan menikmati pemandangan di area objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (16/2/2020). Presiden Joko Widodo dalam rapat (17/2) berencana memberi diskon bagi perjalanan turis asing dan domestik.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memberikan diskon untuk mendorong menggeliatnya pariwisata Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penurunan wisatawan usai mewabahnya virus corona Covid-19.

Menurut Jokowi, pemerintah bakal memberikan diskon bagi wisatawan mancanegara dan domestik sebesar 30% dari tarif riil. Meski demikian, belum ada penjelasan dari Presiden diskon apa yang dimaksud.

“Mungkin kita beri waktu selama tiga bulan ke depan untuk destinasi-destinasi yang nanti akan kita putuskan, untuk destinasi wisata yang ke mana,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas pariwisata di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

(Baca: Disetujui Sri Mulyani, Menhub Akan Berlakukan Insentif Maskapai Lusa)

Tak hanya itu, Jokowi juga berencana memberikan diskon 50% untuk perjalanan dengan biro wisata. Dengan demikian, dia berharap diskon tersebut bisa menggairahkan pariwisata Indonesia. “Karena memang sekarang baru ada masalah karena virus corona,” kata Jokowi. 

Kepala Jokowi juga meminta adanya pembenahan di lima indikator wisata Indonesia, yakni lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur, keamanan, serta teknologi informasi. Pasalnya, kepala negara menilai lima indikator wisata tersebut masih lemah.

Makanya pembenahan tersebut harus dilakukan dengan target yang terukur dan jelas. “Nanti kami putuskan. Ini belum diputuskan,” kata Jokowi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebelumnya mengatakan, Indonesia berpotensi kehilangan devisa US$ 4 miliar atau setara Rp 54,8 triliun dalam setahun. Hal tersebut karena pemerintah menutup penerbangan dari dan ke Tiongkok akibat wabah virus corona.

Nilai tersebut didapatkan dari jumlah wisatawan asal Tiongkok yang mencapai 2 juta orang dalam setahun. Wishnutama menyebut rata-rata pengeluaran per kunjungan (Average Spending Per Arrival/ASPA) dari wisatawan asal Tiongkok mencapai US$ 1.400.

Total kerugian tersebut juga ditambah dampak dari penundaan wisatawan negara lain ke Indonesia karena khawatir tertular virus corona. “Hampir US$ 4 miliar dari (virus corona) Tiongkok saja,” katanya. 

(Baca: Corona Ancam Target Pariwisata Indonesia)

Jumlah korban meninggal akibat kasus Covid-19 di Tiongkok yang dilaporkan hingga Senin (17/2) mencapai lebih dari 1.770 orang. Angka ini meningkat 105 orang dibanding hari sebelumnya dengan jumlah kasus baru mencapai 2.048. 

Dengan tambahan kasus baru tersebut, secara total jumlah kasus corona di Negeri Panda yang dilaporkan mencapai 70.548. Lebih dari 94% kasus baru berada di provinsi Hubei, wilayah yang diduga menjadi pusat konsentrasi wabah. 

Sementara dari luar Tiongkok, tercatat ada lima korban meninggal akibat virus corona, antara lain berasal dari Taiwan, Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Perancis. Dengan demikian, total meninggal dunia akibat corona mencapai 1.775 orang.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan